Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG: Pekan Ini Terkoreksi Tipis

JAKARTA: Sepanjang pekan ini indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami koreksi tipis dari posisi 4.351,28 pada penutupan pekan lalu, menjadi 4.348,8. Indeks cenderung bergerak mixed dan masih konsolidasi dalam jangka pendek.Adapun investor asing masih
Gung Panggodo S.
Gung Panggodo S. - Bisnis.com 23 November 2012  |  21:01 WIB

JAKARTA: Sepanjang pekan ini indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami koreksi tipis dari posisi 4.351,28 pada penutupan pekan lalu, menjadi 4.348,8. Indeks cenderung bergerak mixed dan masih konsolidasi dalam jangka pendek.Adapun investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp102,13 miliar dalam 5 hari perdagangan ini. Dengan begitu, sepanjang November, dana asing masih terus mengalir keluar dengan total hingga Rp3,13 triliun.Pada perdagangan Jumat (23/11), IHSG tercatat menguat 18,6 poin atau 0,3% menyusul sentimen positif dari kenaikan bursa regional yang merespons penguatan data manufaktur China.Beberapa saham yang menjadi top gainers antara lain HDTX, SUGI, ETWA, PGLI, dan INAF. Sementara penurunan terjadi pada saham BYAN, PNSE, SONA, ALMI, dan CTTH.Perdagangan saham pada akhir pekan ini membentuk rata-rata nilai transaksi sebesar Rp4,4 triliun dengan rerata volume 4,07 miliar saham, dan rerata price earning ratio (P/E) 15,1x.Sebagian besar bursa regional tercatat positif dengan kenaikan tajam terjadi pada Nikkei 225 dan Hang Seng berturut-turut menguat 1,56% dan 1,02%. Adapun indeks FTSE BM Malaysia dan SSE Composite Index China terkoreksi 0,27% dan 0,72%.Menurut analis UOB Kay Hian Securities, Edy Kho, hingga kini IHSG memang masih menunjukan pergerakan yang datar atau konsolidasi. Namun, dia optimistis hingga akhir tahun ini, IHSG bisa terdorong naik ke level 4.400 hingga 4.500."Pelaku pasar tampaknya memang menunggu kepastian langkah-langkah yang diambil Obama untuk mengatasi fiscal cliff. Namun pada musim libur Desember, biasanya sektor konsumer bisa mendorong pergerakan indeks," jelasnya.Seperti diketahui sebelumnya, pelaku pasar beberapa pekan ini terkesan wait and see terhadap perkembangan ekonomi Amerika Serikat. Berakhirnya diskon pajak pada akhir tahun di Negeri Paman Sam itu, diprediksi akan berdampak pada goyahnya stabilitas fiskal."Proyeksi 4.500 hingga akhir tahun saya rasa masih realistis karena masa libur akhir tahun cenderung memberi katalis," sambung Edy.Pada pekan depan, analis PT Panin Sekuritas Tbk, Purwoko Sartono, mengatakan pelaku pasar masih akan melihat perkembangan dari Eropa khususnya dana talangan kepada Yunani."Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support-resistance 4.325-4.370 dengan saham pilihan yaitu ERAA, RALS, INAF, GGRM, dan BMRI," katanya.Sementara analis Sucorinvest Central Gani, Pang Tek Djen, menaksir IHSG akan menguat pada kisaran 4.341 – 4.360 pada Senin (26/11). "Indikator daily MACD menunjukan indeks akan bergerak bearish mendatar di area positif," sambungnya.Saham-saham yang direkomendasikan beli adalah ANTM. Sementara rekomendasi tahan (hold) untuk saham ASII, BBCA, dan INDF dan jual (sell) pada saham ADRO dan ITMG. (bas) 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aang Ananda Suherman

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top