Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NILAI TUKAR: Rupiah siang melemah ke Rp9.600 per dolar AS

JAKARTA: Menjelang siang hari ini, mata uang rupiah kembali berada dalam area negatif  dan terdepresiasi mendekati posisi Rp9.600 per dolar AS.Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah berada di posisi Rp9.589 per dolar atau terkoreksi 142 poin (1,50%)
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 30 Mei 2012  |  11:46 WIB

JAKARTA: Menjelang siang hari ini, mata uang rupiah kembali berada dalam area negatif  dan terdepresiasi mendekati posisi Rp9.600 per dolar AS.Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah berada di posisi Rp9.589 per dolar atau terkoreksi 142 poin (1,50%) dibandingkan dengan posisi kemarin sore.Menurut Antara, nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta pagi ini bergerak melemah 30 poin menjadi Rp9.600 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.570 per dolar AS."Spanyol menambah sentimen negatif baru pasar keuangan global setelah Yunani, kondisi itu masih menekan rupiah terhadap dolar AS lebih dalam, namun BI masih menjaga di pasar," ujar analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih hari ini, di Jakarta.Ia mengatakan, guna mengantisipasi keluarnya valas dari Indonesia, BI menyediakan fasilitas penempatan dana dalam bentuk term deposit valas, yang diberikan dengan tenor tujuh hari, 14 hari dan 30 hari dan efektif berlaku pada pertengahan Juni.Dengan fasilitas itu, kata dia, diharapkan pasokan dolar AS tetap berada di dalam negeri, disaat yang sama kondisi itu dapat menarik deposit dolar AS bank yang ada di luar negeri."Tetapi tekanan rupiah dari pasar NDF (non delivery forward) masih meningkat walaupun tidak besar. Kebijakan ini akan positif dalam jangka panjang, tetapi belum cukup kuat menahan sentiment negatif rupiah dalam jangka pendek," kata dia.Ia menambahkan, pasar global semalam ditutup positif memfaktorkan hasil jajak di Yunani yang mengindikasikan Yunani tetap ada di negara kawasan euro, ditambah dengan pemerintah China diperkirakan akan melakukan upaya stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonominya.Pengamat pasar uang dari Bank Himpunan Saudara, Rully Nova menambahkan, BI masih menjaga rupiah terhadap mata uang asing terutama nilai tukar AS. Namun, sentimen negatif terlalu kuat sehingga nilai tukar dalam negeri masih berada dalam area negatif."Meski dalam penjagaan BI, rupiah masih melemah karena sentimennya terlalu berat di pasar uang. BI lebih cenderung melihat momentum untuk dapat mengendalikan fluktuasi mata uang," kata dia. (faa)

 

BACA JUGA:

* Indeks keyakinan konsumen AS turun ke level terendah 4 bulan

* Ini dia saham pilihan untuk perdagangan hari ini

* Tunggu pengumuman stok, harga minyak bertahan US$90,76

 

SITE MAPS:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top