Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEMPROV DKI raih peringkat idAA+, kondusif untuk terbitkan obligasi

 
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 30 Mei 2012  |  04:00 WIB

 

JAKARTA: PT Pemeringkat Efek Indonesia menetapkan peringkat idAA+ kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta dengan prospek stabil.
 
Direktur Utama Pefindo Ronald T. Andi Kasim menerangkan peringkat tersebut merupakan level kedua tertinggi setelah idAAA. "Jadi dengan rating tersebut, kemampuan pemprov DKI untuk menerbitkan obligasi termasuk yang tinggi," katanya Selasa 29 Mei 2012.
 
Namun demikian, sambungnya, peringkat yang berlaku pada periode 10 Mei 2012-1 Mei 2013 tersebut berpotensi berubah jika terjadi hal-hal yang bersifat ekstraordinary. 
 
Direktur Pemeringkat Pefindo Salyadi Saputra menerangkan jika peringkat pemerintah pusat berada pada level idAAA, peringkat pemprov DKI tersebut satu tingkat di bawah peringkat pemerintah pusat.
 
"Mudah-mudahan ini menjadi fight bagi investor," ujarnya.
 
Vice President Municipality Ratings Pefindo Endi Roswendi menambahkan faktor pendukung ditetapkannya peringkat tersebut adalah pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta yang cukup kuat sebesar 6,7%, pendapatan asli daerah (PAD) yang mencapai Rp17,8 triliun, dan posisi likuiditas yang kuat.
 
"Faktor yang bisa menghambat peringkat ini adalah kebutuhan belanja modal yang cukup besar dan kelemahan pengelolaan keuangan terutama pengelolaan utang, transparansi, dan pengungkapan," ujarnya.
 
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya merencanakan untuk menerbitkan obligasi daerah (municipal bond) senilai Rp1,7 triliun yang akan digunakan untuk membiayai empat proyek. 
 
Proyek-proyek tersebut adalah RSUD Jakarta Selatan sebesar Rp185 miliar, Water waste management Casablanca sebesar Rp235 miliar, Rusun Daan Mogot Rp500 miliar, dan Terminal Bis Pulogebang Rp757 miliar.
 
Herdi Ranu Wibowo, Head of Debt Capital Market PT Trimegah Securities Tbk, menilai dari sisi peringkat memang cukup bagus tetapi sebagian besar investor masih akan berhati-hati untuk menyerap obligasi yang diterbitkan pemprov DKI mengingat emisi municipal bond tersebut baru pertama kalinya.
 
"Asal pemda penerbit obligasi bisa menjelaskan soal pengelolaan keuangannya dengan baik kepada investor, saya yakin obligasi ini bakal laku," katanya.
 
Menurutnya, penerbitan municipal bond oleh pemprov DKI Jakarta itu pada dasarnya bisa menjadi milestone bagi pemerintah daerah lainnya untuk ikut menerbitkan obligasi jika berhasil menorehkan kisah sukses.
 
"Idealnya, penerbitan obligasi ini akan mendorong pemda untuk semakin transparan dan akuntabel dalam mengelola keuangannya," jelasnya.
 
Bagi pemda, tuturnya, alternatif pembiayaan melalui penerbitan obligasi tersebut bisa menekan beban pembiayaan APBD yang selama ini berasal dari perbankan. 
 
"Jadi langkah pertama bagi pemda untuk menerbitkan municipal bond adalah memberikan penjelasan sedetail mungkin tentang rencana penggunaan dananya agar investor merasa nyaman untuk berinvestasi," tambahnya. (sut)
 
 
 

BACA JUGA:

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top