Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PREDIKSI SAHAM: Perhatikan IGAR, BBRI, BKSL & SGRO (eTrading Securities)

JAKARTA: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia hari ini diperkirakan tak terlalu dibebani tekanan meskipun cenderung negatif. PT eTrading Securities menilai sejumlah saham layak diperhatikan seperti IGAR, BBRI, BKSL, dan SGRO.Betrand Raynaldi, Head
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 30 Mei 2012  |  07:34 WIB

JAKARTA: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia hari ini diperkirakan tak terlalu dibebani tekanan meskipun cenderung negatif. PT eTrading Securities menilai sejumlah saham layak diperhatikan seperti IGAR, BBRI, BKSL, dan SGRO.Betrand Raynaldi, Head of Research PT eTrading Securities menjelaskan secara teknikal tekanan IHSG sudah berkurang, tetapi tampak terlihat indeksG sangat berat untuk mampu naik lebih tinggi lagi."Ini merupakan ciri-ciri downtrend kuat, kami masih memperkirakan 3838 adalah area support IHSG yang mempunyai peluang besar untuk diuji dalam minggu-minggu ini," paparnya dalam surat elektronik pagi ini."Untuk perdagangan hari ini, melihat kondisi IHSG maka perdagangan akan cenderung sideways dengan sentiment cenderung negatif, namun jelas penurunan sudah sangat terbatas dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. IGAR, BBRI, BKSL, dan SGRO," ujarnya.Pada perdagangan Selasa (29/5) Indeks Dow Jones ditutup naik 125,86 poin (+1,01%) ke 12.580,69 ditengah meningkatnya optimisme investor akan tetap bergabungnya Yunani di Zona Euro menyusul hasil jajak pendapat atas pemilu Yunani yang akan datang.Minyak light sweet diperdagangkan di level US$91 per barel di New York ditengah kekhawatiran menurunnya permintaan terkait isu utang dan perbankan Spanyol serta potensi menurunnya supply yang disebabkan ketegangan soal Iran.IHSG perdagangan Selasa (29/5) ditutup naik 0,38 poin ke level 3.919.06 dengan asing tercatat melakukan net sell  di pasar regular sebesar Rp339,06 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. ASII, BMRI, BBCA, JSMR, dan ANTM.Mata uang Rupiah terdepresiasi ke Rp9.447 per dolar AS. (faa)

 

BACA JUGA:

- SUDAH WAKTUNYA KITA PUNYA MOBIL LISTRIK SENDIRI?


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top