Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OBLIGASI INDOSAT: ISAT Rilis Surat Utang Rp2,5 Triliun

JAKARTA: PT Indosat Tbk, emiten telekomunikasi berkode ISAT, mulai melakukan penawaran umum Obligasi Indosat VIII/2012 dan Sukuk Ijarah Indosat V dengan keseluruhan total Rp2,5 triliun.Presiden Direktur Indosat, Harry Sasongko yakin dengan kondisi pasar
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 Mei 2012  |  16:47 WIB

JAKARTA: PT Indosat Tbk, emiten telekomunikasi berkode ISAT, mulai melakukan penawaran umum Obligasi Indosat VIII/2012 dan Sukuk Ijarah Indosat V dengan keseluruhan total Rp2,5 triliun.Presiden Direktur Indosat, Harry Sasongko yakin dengan kondisi pasar yang lesu, obligasi dan sukuk masih akan diminati oleh investor. Kondisi keuangan perseroan pun dinilai akan mengalami perbaikan dengan beberapa aksi korporasi.“Kebijakan hedging policy kami baik dengan posisi hari ini sekitar 27,5%. Beberapa corporate action yang dilakukan seperti penjualan tower juga membuat pemasukan dolar bertambah,” katanya kemarin.Obligasi senilai Rp2 triliun yang ditawarkan terdiri dari dua seri yaitu seri A berjangka waktu 7 tahun dengan tingkat bunga 7,875%-8,875% per tahun dan seri B berjangka waktu 10 tahun dengan tingkat bunga 8,125%-9,125% per tahun. Masing-masing ditawarkan sebesar 100% dari jumlah pokok obligasi.Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sejak tanggal emisi dimana bunga pertama akan dibayarkan pada 27 September 2012. Sementara bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo akan dibayarkan pada 27 Juni 2019 untuk seri A dan 27 Juni 2022 untuk seri B.Adapun penerbitan sukuk senilai Rp500 miliar mulai dibayarkan pertama pada 27 September dan terakhir sekaligus jatuh tempo dibayarkan pada 27 Juni 2019.Perseroan berencana mengadakan masa penawaran awal obligasi Indosat VIII/2012 dan sukuk ijarah Indosat V/2012 pada 29 Mei hingga 8 Juni dan penawaran umum dibuka pada 20 hingga 22 Juni.Untuk itu, emiten telekomunikasi ini telah menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia sebagai wali amanat. Adapun penjamin emisi terdiri dari PT Mandiri Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia. (api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Christine Franciska

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top