Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WALL STREET: Indeks berguguran terpukul data manufaktur

NEW YORK: Indeks Standard & Poor 500 (SPX) jatuh ke posisi terendah dalam 4 bulan menyusul data ekonomi yang mengecewakan dan kekhawatiran  atas pemangkasan peringkat kredit untuk bank-bank Spanyol.Sembilan dari 10 sektor yang terdaftar dalam
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Mei 2012  |  06:38 WIB

NEW YORK: Indeks Standard & Poor 500 (SPX) jatuh ke posisi terendah dalam 4 bulan menyusul data ekonomi yang mengecewakan dan kekhawatiran  atas pemangkasan peringkat kredit untuk bank-bank Spanyol.Sembilan dari 10 sektor yang terdaftar dalam S&P 500 jatuh di tengah pelemahan data manufaktur Philadelphia di bawah perkiraan. Caterpillar Inc (CAT) dan JPMorgan Chase & Co meluncur setidaknya 4,3%, menanggung kerugian tercepat di antara perusahaan-perusahaan terbesar. Apple Inc (AAPL) merosot 2,9%, mengirimkan nilai pasarnya di bawah US$500 miliar.Facebook Inc (FB) mengantongi US$16 miliar pada penawaran umum perdana terbesar oleh perusahaan teknologi dalam sejarah, menetapkan harga saham pada peringkat teratas dari kisaran.S&P 500 terpukul 1,5% menjadi 1.304,86 pada 16.00 waktu New York. Indeks Dow Jones Industrial Average meluncur 156,06 poin atau 1,2%, ke 12.442,49. Indeks Nasdaq 100 merosot 2,1% menjadi 2.509,05, jatuh untuk hari yang kedelapan dalam kemerosotan terpanjang sejak 2010. Indeks Russell 2000 (RTY) perusahaan kecil tergelincir 2,3% menjadi 754,33. Sekitar 8,3 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, atau 24% di atas rata-rata 3 bulan."Investor mengambil risiko," kata Tim Hoyle, direktur penelitian di Radnor, Pennsylvania berbasis Haverford Trust Co, yang mengelola US$6,5 miliar. "Mereka melihat situasi global yang tampaknya tidak mendukung, tidak membaik."Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi dunia mendorong S&P 500 turun 3,9% dalam 5 hari. Banco Santander SA berada di antara 16 bank yang peringkat kredit Spanyol dipotong oleh Moody Investors Service, yang dikutip kelemahan ekonomi dan ketegangan anggaran pemasangan pemerintah. Pengumuman itu dikeluarkan setelah pasar tutup, membenarkan spekulasi investor. (Bloomberg/arh) 

 

 

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

 

MORE ARTICLES:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top