Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERUM PERURI: Laba bersih 2012 diperkirakan turun10%

 
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 15 Mei 2012  |  18:48 WIB

 

JAKARTA: Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) mencatat laba bersih 2011 sebelum audited Rp206 miliar, atau lebih kecil dari target Rp236 miliar. Namun target laba bersih tahun ini bahkan lebih kecil yakni turun 10% menjadi Rp185 miliar.
 
Corporate Secretary Perum Peruri Slamet Haryono mengatakan lebih kecilnya target laba bersih 2012 ini karena perusahaan berinvestasi mesin baru untuk meningkatkan kualitas hasil percetakannya.
 
“Perseroan harus lebih gencar melobi customer lagi kan untuk peningkatan pendapatan,” tutur Slamet seusai rombongan dari The 5th Master Journey in Management berkunjung ke kantor percetakan uang Peruri di Krawang, Jawa Barat hari ini, Selasa 15 Mei 2012.
 
Dia menjelaskan laba bersih 2012 ditarget mencapai Rp185 miliar atau turun dari realisasi 2011 Rp206 miliar (sebelum audit).

Slamet menambahkan dengan tambahan mesin baru yang akan datang dalam bulan ini juga, akan menambah kualitas produk yang dihasilkan. Namun tidak menambah kapasitas terpasang Peruri yang saat ini mencapai 7 miliar bilyet kertas uang per tahun.

Adapun satu bilyet kertas uang setara dengan 50 lembar uang kertas pecahan di bawah Rp10.000, sedangkan untuk uang kertas pecahan di atas Rp10.000, satu bilyet sebanyak 45 lembar.
 
Slamet menjelaskan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2006, Perum Peruri diberikan tugas dan wewenang untuk mencetak lima produk unggulan, yakni uang Republik Indonesia yang meliputi uang kertas dan uang logam, paspor RI, pita cukai, meterai, dan sertifikat tanah. Setiap produk yang dicetak oleh Perum Peruri mempunyai ciri khusus yang mengutamakan segi-segi pengamanan.
 
"Kami pernah mendapat kepercayaan untuk mencetak dokumen-dokumen sekuriti negara lain atau luar negeri, diantaranya negara Malaysia, Sri Lanka dan Nepal. Namun tahun ini kami tidak terima order dari luar negeri karena kapasitas terpasang kami sudah terpakai semua," ucapnya.
 
Slamet menjelaskan pihaknya tengah mengerjakan orderan dari Bank Indonesia hingga 80% dari kapasitas terpasang, sisanya dari produk lain seperti mencetak paspor, pita cukai dan materai.
 
Pada saat kunjungan rombongan dari para mahasiswa program master yang tergabung dalam The 5th Master Journey in Management,  para mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia ini diajak berkeliling melihat proses percetakan uang di Peruri yang dipandu Deputi Kadep Peruri Soedaryanto. Tampak pengamanan yang ketat di sekitar percetakan uang Peruri, sampai-sampai seluruh pengunjung dilarang membawa kamera maupun handphone (telepon genggam).
 
Soedaryanto menjelaskan seluruh pegawai Peruri mulai tahun lalu sudah karyawan tetap, tidak ada yang tenaga lepas atau outsourching lagi, tujuannya untuk mengurangi risiko operasional. 
 
Menurutnya, dalam proses pencetakan uang, yang diizinkan rusak hanya 5%, kalau lebih dari itu Peruri akan dikenakan sangsi. Adapun kertas bahan dasar uang didatangkan dari luar negeri dan dipasok oleh Bank Indonesia selaku pemberi order.
 
Acara kunjungan rombongan para mahasiswa ini dipimpin oleh Rofikoh Rohim, panitia The 5th Master Journey in Management. 
 
Menurut Rofikoh, acara The 5th Master Journey in Management ini merupakan tahun yang kelimanya, dan hasil kerjasama dengan Bisnis Indonesia bersama Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. (sut)
 
 
 
 

BACA JUGA:

>> MARKET CLOSING—IHSG Turun Tipis 7,42 Poin

>> Jakarta Stocks Declines 7.42 Points

>>REKAP MARKET: Inilah Risalah Berita Market

>> Duh! Konser Lady Gaga dilarang polisi

10 ARTIKEL PILIHAN REDAKSI HARI INI

5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top