EMISI GLOBAL BOND: BNI akan lunasi utang valas

JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Tbk akan menggunakan sebagian besar  hasil emisi obligasi berdenominasi Dolar Amerika Serikat untuk melunasi sejumlah pinjaman dalam valuta asing yang segera jatuh tempoKrishna Suparto, Direktur Bank Negara Indonesia
Sutan Eries Adlin
Sutan Eries Adlin - Bisnis.com 12 April 2012  |  15:14 WIB

JAKARTA: PT Bank Negara Indonesia Tbk akan menggunakan sebagian besar  hasil emisi obligasi berdenominasi Dolar Amerika Serikat untuk melunasi sejumlah pinjaman dalam valuta asing yang segera jatuh tempoKrishna Suparto, Direktur Bank Negara Indonesia (BNI), mengatakan salah satu tujuan dari penerbitan obligasi berdenominasi AS (global bond) adalah untuk refinancing sejumlah pinjaman yang akan jatuh tempo.“Jadi penerbitan global bond itu untuk mengimbangi likuiditas kami karena ada pinjaman-pinjaman yang mau jatuh tempo,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini Kamis 12 April 2012.Dia mengatakan emisi tersebut akan memperkuat likuditas valas sekaligus menekan beban bunga, karena  bunga global bond tersebut diharapkan lebih rendah dibandingkan dengan utang bilateral sebelumnya.Meski demikian dia mengaku tidak tahu berapa proyeksi tingkat bunga yang diharapkan perseroan dalam emisi global bond hingga US$1 miliar tersebut.Berdasarkan laporan keuangan 2011 yang telah diaudit, bank pelat merah terbesar ketiga di Indonesia ini memiliki pinjaman kepada pihak lain sebesar Rp8,72 triliun yang sebagian besar terdiri atas bentuk valuta asing, yakni Rp8,54 triliun.Pinjaman kepada pihak lain tersebut terdiri atas bankers acceptance atau wesel berjangka sebesar Rp4,47 triliun, kredit bilateral sebesar Rp2,72 triliun, pinjaman penerusan (two step loan) Rp87,25 miliar, dan pinjaman lain-lain Rp1,26 triliun.Dalam laporan keuangan yang sama disebutkan pinjaman bilateral yang diterima perseroan berasal dari Standard Chartered Bank Singapura senilai US$150 juta, ING Bank Singapura senilai US$50 juta, Wells Fargo Bank NA San Fransisco US$50 juta dan PT Bank Central Asia Tbk US$50 juta.Selain untuk melunasi sebagian utang kepada bank lain, hasil global bond juga akan digunakan untuk membiayai ekspansi kredit valas."Hasil dari global bond akan digunakan untuk membiayai ekspansi kredit valas, terutama dalam bidang infrastruktur," ujar Gatot M. Suwondo, Direktur Utama BNISelain itu, lanjut Gatot, emisi global bond itu akan memperbaiki rasio intermediasi (loan to deposit ratio/LDR) perseroan yang saat ini sudah mencapai 88%.“LDR kami sudah 88% sehingga penyaluran kredit valas sudah disetop untuk sementara waktu. Setelah emisi LDR akan turun dan kredit valas akan kami buka lagi,” ujarnya.Menurut Krishna, perseroan tidak banyak menargetkan pertumbuhan dalam kredit valas pada tahun ini. “Pertumbuhannya hanya sekitar 10% dan itu juga hanya jangka pendek. Kredit valas hanya kami salurkan sebagai modal kerja di perdagangan, terutama di Industri minyak dan gas.”Gatot menambahkan perseroan akan segera melakukan road show ke sejumlah negara untuk mendukung emisi global bond."Belum [road show]. Insya Allah dalam bulan ini, karena masih menunggu izin. Begitu dapat izin, kami akan langsung jalan," ujarnya.BNI akan menerbitkan obligasi berdenominasi Dolar AS dengan nilai US$500 juta—US$1 miliar dengan jangka waktu 5-10 tahun.Perseroan telah menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi untuk membantu penjualan obligasi global senilai US$500 juta, yakni Credit Suisse, Deustche, dan Morgan Stanley. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top