KURS TUKAR: Mata uang Asia menguat

SINGAPURA: Mata uang Asia naik untuk hari ketiga setelah pertumbuhan manufaktur yang lebih kuat dari perkiraan di AS dan China mendukung permintaan untuk aset berisiko.Indeks Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar menyentuh level terkuat dalam 2 minggu setelah
News Editor | 03 April 2012 14:00 WIB

SINGAPURA: Mata uang Asia naik untuk hari ketiga setelah pertumbuhan manufaktur yang lebih kuat dari perkiraan di AS dan China mendukung permintaan untuk aset berisiko.Indeks Bloomberg-JPMorgan Asia Dollar menyentuh level terkuat dalam 2 minggu setelah Institute for Supply Management AS kemarin mengatakan indeks manufaktur naik menjadi 53,4 bulan lalu dari 52,4 pada Februari. Angka itu mengalahkan estimasi median dari 53 ekonom dalam survei Bloomberg.Sementara itu, pada 1 April data menunjukkan indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) China mencapai posisi tertinggi 1 tahun.Laporan minggu ini mungkin menunjukkan inflasi bulan lalu dipercepat di Taiwan dan Filipina di tengah tingginya harga minyak.“Data AS dan China mendukung risiko atas sentimen di pasar,” kata Roy Teo dari ABN Amro Private Bank di Singapura, Selasa 3 April 2012..“Inflasi tetap tinggi dalam jangka pendek dan kami pikir bijaksana bagi Asia untuk mempertahankan kekuatan mata uang.”Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg, ringgit Malaysia naik 0,4% menjadi 3,0436 per dolar pukul 10.18 di Kuala Lumpur.Adapun, won Korea Selatan menguat 0,3% menjadi 1.124,13, dolar Taiwan dihargai 0,2% menjadi NT$29,462 dan baht Thailand naik 0,2% jadi 30,78 per dolar.Rupiah justru terdepresiasi 0,1% menjadi 9.148 per dolar di tengah kekhawatiran inflasi yang lebih cepat akan mengikis permintaan obligasi pemerintah hari ini.Sebelumnya, Badan Pusat Statistik menyebutkan harga konsumen  naik 3,97% pada Maret dari posisi tahun sebelumnya, dibandingkan dengan 3,56% pada Februari.Di tempat lain, peso Filipina naik 0,1% menjadi 42,645 per dolar. Yuan China naik 0,04% menjadi 6,3085 per dolar di Hong Kong, dengan pasar keuangan China daratan tutup untuk libur publik. (Bloomberg/Mtb/Bsi)

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top