Laba bersih Rukun Raharja meroket 728%

JAKARTA: Pendapatan PT Rukun Raharja Tbk sepanjang sembilan pertama bulan ini tumbuh 382,5% menjadi Rp580,22 miliar, dengan posisi laba bersih yang meroket 728,56% menjadi Rp31,68 miliar.Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan hari ini, perseroan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 01 Desember 2011  |  17:22 WIB

JAKARTA: Pendapatan PT Rukun Raharja Tbk sepanjang sembilan pertama bulan ini tumbuh 382,5% menjadi Rp580,22 miliar, dengan posisi laba bersih yang meroket 728,56% menjadi Rp31,68 miliar.Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan hari ini, perseroan membukukan pendapatan Rp580,22 miliar pada sembilan bulan pertama tahun ini, sedangkan pada periode sama tahun lalu pendapatan perseroan Rp14,78 miliar.Besarnya pertumbuhan pendapatan terutama didongkrak oleh masuknya pendapatan distribusi gas sebagai segmen usaha baru perseroan. Segmen yang dikelola oleh PT Energasindo Heksa Karya ini menyumbang pendapatan Rp520,3 miliar, atau setara dengan 88,9% dari penjualan konsolidasi.Sementara itu, segmen distribusi LPG serta transmisi dan kompresi gas masing-masing menyumbang Rp15,51 miliar dan Rp37,58 miliar.“Memang sumbangan paling besar (pendapatan) itu hasil dari akusisi perseroan pertengahan tahun lalu. Energasindo menyumbang paling besar,” ujar Sekertaris Perusahaan Rukun Raharja Cindy Budijono saat dihubungi Bisnis, hari ini.Seperti diketahui, Rukun Raharja melakukan akuisisi tiga perusahaan energi pada pertengahan tahun lalu. Tiga perusahaan tersebut a.l PT Capital Turbines Indonesia (CTI), Panji Raya Alamindo (PRA), dan Triguna Internusa Pratama (TIP). Nilai akuisisi tiga perusahaan tersebut mencapai Rp650 miliar.Sebelum mengakusisi tiga perusahaan energi, emiten berkode saham RAJA tersebut bergerak di sektor jasa kepelabuhan dan investasi melalui bendera PT Cahya Saguna Niketama dan PT Panji Raya Alamindo.Adapun, pendapatan dari segmen ini per September besarnya Rp11,92 miliar, turun 23,98% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,78 miliar.Senada dengan pertumbuhan penjualan, laba bersih perseroan ikut terkerek naik. Emiten yang mulai melantai sejak 2006 tersebut membukukan laba bersih Rp31,68 miliar pada kuartal III tahun ini, naik 728,56% dibanding laba bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp428,87 juta.Rencana akusisiManisnya buah hasil akuisisi mendorong perseroan untuk kembali melakukan ekspansi anorganik. Menurut Cindy, saat ini perusahaan sedang melihat-lihat beberapa perusahaan yang bisa mungkin bisa dicaplok perseroan. “Ya kalau lihat-lihat boleh kan. Kemungkinan masih di sektor kami, oil and gas,” jelasnya.Meski begitu, ditambahkan Cindy, rencana akuisisi masih dalam tahap wacana. Belum ada tindak lanjut untuk memerjelas rencana tersebut karena Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) masih dalam proses.Emiten yang dikomandoi Budiman Pahursip itu, juga berniat untuk melakukan aksi korporasi tahun depan. Cindy menolak menjelaskan detil mengenai aksi korporasi tersebut, namun menurutnya akan dilakukan di awal tahun depan. “Kemungkinan besar awal tahun, kuartal I,” terangnya.Berdasarkan data BEI, perusahaan pertambangan asal Australia Blackgold Resources Limited merupakan pemegang saham pengendali perseroan dengan kepemilikan 25,14% saham.Sementara itu, Sunmax Enterprise Limited dan Suntech Group Holdings masing-masing memiliki 24,92% dan 7%. Adapun, saham publik di emiten berkode saham RAJA tersebut besarnya 42,94%. (Bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Muhammad Kholikul Alim

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top