Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adhi Karya masih kaji akuisisi PFN

JAKARTA: PT Adhi Karya Persero (Persero) Tbk masih mengkaji rencana akuisisi Perum Film Negara (PFN) yang tengah mengalami kesulitan keuangan.Presiden Direktur Adhi Karya Kiswodarmawan mengatakan pihaknya belum menentukan langkah yang diperlukan untuk
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 November 2011  |  18:55 WIB

JAKARTA: PT Adhi Karya Persero (Persero) Tbk masih mengkaji rencana akuisisi Perum Film Negara (PFN) yang tengah mengalami kesulitan keuangan.Presiden Direktur Adhi Karya Kiswodarmawan mengatakan pihaknya belum menentukan langkah yang diperlukan untuk rencana tersebut, termasuk bagaimana memanfaatkan inti bisnis PFN yang berbeda dengan perseroan.PFN adalah perusahaan negara yang bergerak di bidang media seperti perfilman, sedangkan Adhi Karya adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. “Kami belum tahu persis apa yang akan dilakukan terhadap PFN,” ujarnya hari ini.Meskipun demikian, pihaknya tetap akan melaksanakan rencana tersebut sebagaimana yang diinstruksikan oleh Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan Adhi Karya lah yang mengambil inisiatif untuk mengadopsi PFN.Setelah pengkajian atas rencana akuisisi tersebut selesai, Kiswodarmawan mengatakan, pihaknya akan melaporkan rencana tersebut kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).Sebanyak tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Energy Management Indonesia, PT Balai Pustaka, PT Pradnya Paramitha, PT Survai Udara Penas, PT Sarana Karya, PT Industri Sandang, dan Perum Produksi Filem Negara akan ditransformasikan menjadi anak usaha oleh BUMN lainnya.Dahlan menjelaskan, rencana tersebut didorong oleh keinginan sebagian BUMN untuk mendirikan anak perusahaan. Namun, menurutnya, terlalu banyak anak perusahaan BUMN juga tidak terlalu baik karena akan mempersulit fungsi pengawasannya."Beberapa BUMN memang membutuhkan anak perusahaan dan mampu mengendalikan anak perusahaannya. Oleh karena itu, sebaiknya mereka menjadikan BUMN yang sudah ada sebagai anak usaha" ujarnya beberapa waktu yang lalu.Selain Adhi Karya, beberapa BUMN yang siap untuk mengangkat ketujuh BUMN tersebut antara lain adalah PT Surveyor Indonesia yang akan mengakuisisi PT Energy Management Indonesia dan PT Angkasa Pura I yang akan mengakuisisi PT Survey Udara Penas.Adapun PT Telkom Tbk akan mengakuisisi PT Balai Pustaka dan PT Prandya Paramita. Sedangkan dua BUMN karya lainnya yakni PT Pembangunan Perumahan Tbk dan PT Wijaya Karya masing-masing mengakuisisi PT Industri Sandang dan PT Sarana Karya.Beberapa dari BUMN termasuk Adhi Karya memiliki bisnis inti yang berbeda dengan BUMN yang akan diakuisisinya. Dahlan menjelaskan mereka dapat mengubah tujuan usaha, sektor bisnis, bahkan nama ketujuh BUMN tersebut bila diperlukan. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ahmad Puja Rahman Altiar

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top