Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Intiland buka peluang bagi dividen

JAKARTA: PT Intiland Development Tbk berpotensi membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya pada 2012, menyusul posisi saldo laba perseroan yang mulai positif.Sekretaris Perusahaan Intiland Theresia Rustandi mengungkapkan per September tahun ini
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 November 2011  |  18:30 WIB

JAKARTA: PT Intiland Development Tbk berpotensi membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya pada 2012, menyusul posisi saldo laba perseroan yang mulai positif.Sekretaris Perusahaan Intiland Theresia Rustandi mengungkapkan per September tahun ini perseroan mulai mencetak saldo laba positif dalam neraca, sehingga berpotensi untuk mulai membagikan dividen pada tahun depan.“Selama ini saldo laba kami memang masih defisit, karena itu kami tidak bisa bagikan dividen. Tahun depan kemungkinan bisa, kalau melihat posisi neraca saat ini,” ujarnya saat dihubungi Bisnis hari ini.Berdasarkan laporan keuangan Intiland pada periode Januari-September 2011, perseroan tercatat membukukan saldo laba positif sebesar Rp39,87 miliar. Pencapaian tersebut bertolak belakang dengan kondisi saldo laba perseroan pada periode yang sama tahun lalu, yakni defisit Rp65,4 miliar.Theresia mengungkapkan defisit laba yang dialami perseroan disebabkan karena kerugian kumulatif dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, tuturnya Intiland sudah mulai membukukan laba bersih sejak tiga tahun terakhir.Adapun, pada periode sembilan bulan pertama tahun ini, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp105,32 miliar atau turun 64,06%.Pendapatan perseroan juga mengalami penurunan 13,2% menjadi Rp543,01 miliar dari semula Rp625,6 miliar.Menurut Theresia, penurunan laba bersih tersebut diakibatkan oleh adanya divestasi aset perseroan pada tahun lalu untuk merestrukturisasi kondisi neraca keuangan, sehingga pada pos penghasilan lain-lain perseroan mendapatkan pemasukan sebesar Rp20,16 miliar.“Sementara itu, pada tahun ini kami tidak melakukan penjualan aset, sehingga laba bersih menyusut. Padahal, kalau dari kegiatan operasional, kami tetap membukukan kinerja yang positif,” paparnya.Saat ini, Theresia menuturkan perseroan tengah fokus untuk menggarap beberapa proyek properti yang tertunda, diantaranya Graha Natura, proyek superblok TB Simatupang, dan Cengkareng.Tertundanya pengerjaan ketiga proyek tersebut, tuturnya dipicu oleh sulitnya perolehan izin pembangunan. Namun, dia mengungkapkan pihak manajeman masih optimistis ketiga proyek itu dapat diluncurkan pada akhir tahun ini atau paling lambat pada awal tahun depan.“Kami targetkan untuk Graha Natura bisa mulai memberikan kontribusi penjualan marketing pada 2012,” katanya.Terkait dengan pendapatan sewa (recurring income), Theresia memaparkan saat ini perseroan juga tengah menggenjot pembangunan Whizz Hotel di sejumlah kota, diantaranya di Semarang dan Kuta, Bali. Peluncuran Whizz Hotel di kedua kota tersebut, rencananya akan dilakukan pada November dan Desember tahun ini.Dalam kurun waktu lima hingga enam tahun ke depan, Intiland berencana untuk membangun 60 Whizz Hotel di beberapa kota di Indonesia. Dengan rencana tersebut, perseroan berharap pendapatan sewa dapat berkontribusi 30% dari saat ini hanya menyumbang 20%.Menurut Theresia, pada tahun depan perseroan berencana untuk membangun sembilan Whizz Hotel baru, antara lain di Legian, Balikpapan, Jakarta, dan Pekan Baru. Investasi untuk pembangunan hotel tersebut, tuturnya sekitar Rp450 miliar.“Untuk satu hotel, biaya yang dibutuhkan kira-kira Rp50 miliar, tetapi dari sembilan hotel tersebut, posisi kami tidak selalu sendiri, ada juga yang joint dengan pihak lain atau hanya sebagai operator,” terangnya. (/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bunga Dewi Kusuma

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top