Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga emas rebound

LONDON: Harga emas akhirnya rebound, kembali naik untuk pertama kalinya dalam 5 hari di London setelah penurunan terbesar sejak Oktober 2008 yang mendorong beberapa investor membeli logam di tengah kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dan krisis
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 September 2011  |  18:35 WIB

LONDON: Harga emas akhirnya rebound, kembali naik untuk pertama kalinya dalam 5 hari di London setelah penurunan terbesar sejak Oktober 2008 yang mendorong beberapa investor membeli logam di tengah kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dan krisis utang.Harga emas lantakan merosot 8,8% dalam 3 hari sebelumnya karena beberapa investor menjualnya guna menutup kerugian di pasar lain, yang jatuh karena kekhawatiran adanya resesi global.Logam itu telah turun 13% dari rekor pada 6 September dan terjun pekan lalu karena CME Group Inc meningkatkan persyaratan margin pada kontrak berjangka. UBS AG menilai permintaan fisik untuk emas masih "sangat kuat,""Meskipun tidak banyak yang belum siap untuk kembali masuk ke pasar, ada satu kelompok kecil tetapi terus berkembang yang percaya bahwa kemunduran ini akan terbukti menjadi kesempatan membeli," tulis Edel Tully, seorang analis UBS yang berbasis di London seperti dikutip Bloomberg.Dia mengatakan permintaan emas fisik sangat kuat di Asia kemarin, terutama dari India menjelang festival tahunan. Selain itu permintaan untuk koin ritel di Eropa juga tetap sangat kuat. Menurutnya emas saat ini perlu stabil setelah terjadi pergerakan liar yang merusak reputasi logam mulia.Harga emas untuk pengiriman segera naik US$44,05 atau 2,7% ke US$1.670,40 per ounce pukul 11:53 di London. Harga kontrak ini turun menjadi US$1.532,72 kemarin, level terendah sejak 8 Juli. Adapun emas untuk pengiriman Desember 4,7% lebih tinggi dari posisi sebelumnya dan berada di US$1.669,70 di Comex di New York.Harga emas masih berada dalam tren bullish di mana saat ini adalah tahun ke-11 dari kenaikan beruntun terpanjang setidaknya sejak 1920 di London. Harga mencapai rekor US$1.921,15 pada 6 September karena para investor berusaha untuk mendiversifikasi postofolionya menjauh dari ekuitas dan beberapa mata uang. Harga logam ini pernah anjlok 17% pada Oktober 2008 seiring resesi terburuk sejak Perang Dunia II yang menyebabkan pasar ekuitas dan komoditas global jatuh. (Taufikul Basari/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top