Indeks komoditas naik 1,7%

SINGAPURA: Indek komoditas naik untuk hari kedua, laju terbaik bulan ini, seiring berbaliknya harga tembaga dari level terendah dalam 14 bulan dan minyak naik di tengah spekulasi bahwa pembuat kebijakan Eropa akan mengintensifkan upaya untuk menangani
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 September 2011  |  15:01 WIB

SINGAPURA: Indek komoditas naik untuk hari kedua, laju terbaik bulan ini, seiring berbaliknya harga tembaga dari level terendah dalam 14 bulan dan minyak naik di tengah spekulasi bahwa pembuat kebijakan Eropa akan mengintensifkan upaya untuk menangani krisis utang regional. Indeks Spot GSCI Standard & Poor naik 1,7% menjadi 610,41 dan berada pada 609,26 pukul 12:01 di Singapura. Harga tembaga—indikator untuk industri berbasis logam—naik 2,6% menjadi US$7.455 per metrik ton pada London Metal Exchange setelah menyentuh US$6.800 kemarin. Sedangkan harga minyak mentah New York diperdagangkan naik 2,5% menjadi US$82,24 per barel. Dukungan harga itu datang dari Bank Sentral Eropa yang kemungkinan minggu depan membahas pembelian kembali surat utang dan mendiskusikan pemotongan suku bunga. Sedangkan Menteri Keuangan AS Timothy F. Geithner meramalkan bahwa pemerintah Eropa akan meningkatkan respons mereka terhadap krisis. "Harga komoditas berada di tingkat yang sangat rendah dan menarik," kata Tetsu Emori, pengelola dana pada Astmax Co, seperti dikutip Bloomberg. Dia menambahkan bahwa harga komoditas akan naik lebih tinggi pada 2012 karena pertumbuhan permintaan dari pasar berkembang termasuk China. Indeks S&P GSCI Spot telah kehilangan 3,6% tahun ini, membalikkan kenaikan sebelumnya, di tengah spekulasi bahwa pertumbuhan ekonomi yang lambat akan mengurangi kekurangan dalam segala hal dari tembaga hingga jagung. Sementara itu Bea Cukai China mengeluarkan data tembaga rafinasi yang diimpor oleh China, pengguna terbesar, naik dalam 3 bulan hingga Agustus, melonjak 21% dari Juli. "Aksi jual ini mungkin belum berakhir," kata Tobias Merath, kepala riset komoditas global pada Credit Suisse AG di Zurich, kepada Bloomberg. "Indikator tekanan pendanaan masih tumbuh dan tidak mengurangi tekanan." Harga spot emas naik 1,4% menjadi US$1.648,25 per ounce dan perak mengalami rebound 2,6% menjadi US$31,5325 per ounce. Jagung pengiriman Desember maju 1,5% menjadi US$6,575 per bushel di Chicago Board of Trade.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg/ M. Taufikul Basari

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top