Prime Dig rampungkan tender notes US$315 juta

JAKARTA: PT Delta Dunia Makmur Tbk melalui Prime Dig Pte Ltd, cucu usahanya dari kontraktor tambang batu bara terbesar kedua nasional PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma), merampungkan tender dan setelmen senior notes-nya senilai US$315 juta. "Seluruh
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Desember 2010  |  13:29 WIB

JAKARTA: PT Delta Dunia Makmur Tbk melalui Prime Dig Pte Ltd, cucu usahanya dari kontraktor tambang batu bara terbesar kedua nasional PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma), merampungkan tender dan setelmen senior notes-nya senilai US$315 juta. "Seluruh persyaratan tender dan setelmen notes ini telah diselesaikan pada 30 Desember," ujar Kenneth Wong, Direktur Prime Dig melalui keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Singapura, hari ini.Dalam tender itu, Prime Dig memberlakukan ketentuan tax call, yakni pemegang notes yang tidak menyerahkan notes saat tender akan menyerahkan notesnya untuk dibeli kembali dengan jumlah 100% dari jumlah pokok notes plus utang bunga saat pembayaran.Kennent menjelaskan berdasarkan ketentuan tax call, notes hanya dapat dibeli kembali secara keseluruhan dan tidak secara sebagian. Manajemen Prime Dig berharap pada saat penyelesaian tax call tidak ada lagi notes yang outstanding.Notes yang diterbitkan Prime Dig jatuh tempo 2014 dengan bunga 11,75%. Dalam klaulsul notes itu disebutkan, Buma dapat membiayai kembali (refinance) notes tersebut dengan dana pinjaman yang diperoleh dari facility agreement senilai US$285 juta yang ditandatangani 29 Oktober 2009.;Kesepakatan itu ditekan antara lain oleh Prime Dig selaku penjamin, Buma selaku peminjam dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation selaku agen fasilitas. Kredit tersebut disediakan oleh konsorsium The Bank of Tokyo-Mitsubishi, ING Bank INV dan Sumitomo.Kemudian Sanpaolo S.p.A, Morgan Stanley, Barclays Capital, Indonesia Eximbank, PT Bank Mandiri Tbk, dan PT CIMB Niaga Tbk. Total fasilitas pinjaman yang disediakan konsorsium bank tersebut mencapai US$600 juta. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top