Sektor energi terus angkat bursa AS

NEW YORK: Naiknya saham AS kali ini, memacu Index Standard & Poor's 500 untuk meneruskan aksi relinya di bulan Desember sejak 1991, yang dimotori oleh para perusahaan sektor energi karena masih bertahannya harga minyak mentah di atas US$90 untuk hari
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 30 Desember 2010  |  00:19 WIB

NEW YORK: Naiknya saham AS kali ini, memacu Index Standard & Poor's 500 untuk meneruskan aksi relinya di bulan Desember sejak 1991, yang dimotori oleh para perusahaan sektor energi karena masih bertahannya harga minyak mentah di atas US$90 untuk hari kelima berturut-turut.Schlumberger Ltd., perusahaan penyedia jasa lahan sumber minyak terbesar di dunia, dan Occidental Petroleum Corp., yang merupakan produsen gas alam dan minyak terbesar keempat di AS menurut nilai pasar, memotori perusahaan sektor energi dengan peningkatan terbesar di antara 10 industri lainnya di Indeks S&P 500.Sementara itu, BJ's Wholesale Club Inc. juga melonjak 7,1% pasca berita New York Post yang menyebutkan kemungkinan perusahaan itu untuk menerima sebuah tawaran pengambilalihan.Indeks S&P 500 menguat 0,1% menjadi 1.259,78 pada pukul 4 p.m di New York, yang merupakan penguatan tertinggi sejak 8 September 2008, dan merupakan kenaikan ke-13 selama 15 sesi perdagangan terakhir. Hal yang sama turut dialami oleh Indeks Dow Average yang menanjak 9,84 poin atau 0,1% menjadi 11.585,38 yang merupakan level penutupan tertinggi sejak Agustus 2008."Harga minyak masih terus bertengger di atas US$90, sehingga orang yakin harga tersebut akan semakin stabil di atas US$80 dan berpotensi untuk terus menguat," ungkap Michael Shinnick, Manajer Uang Wasatch Advisors Inc. di South Bend, Indiana, yang mengelola dana US$8,5 miliar. Indeks S&P 500 telah naik 6,7% di bulan ini. Pekan lalu, indeks ditutup naik di atas 1.251,70 untuk pertama kalinya sejak 12 September 2008 lalu, yang merupakan sesi perdagangan terakhir sebelum Lehman Brothers Holdings Inc.mencatatkan kebangkrutan terbesar di dunia dan mendorong kemerosotan indeks hingga 46% sepanjang maret 2009. laporan industri terhadap kondisi bisnis dan penjualan rumah yang tertunda, diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan, menurut estimasi ekonom.Indeks S&P 500 diprediksikan menutup tahun 2011 di level 1.374 atau naik 9,2% dari penutupan kemarin, menurut rata-rata estimasi 11 analis dalam survei Bloomberg. (t01/msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top