Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Lanjut Terkoreksi Pada Awal Dagang, Analis Masih Melihat Peluang Penguatan

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (15/5/2018).
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018)./ANTARA-Sigid Kurniawan
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018)./ANTARA-Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (15/5/2018).

IHSG dibuka turun 0,35% atau 21,08 poin di level 5.926,08 dan melemah 0,65% atau 38,41 poin ke level 5.908,75 pada pukul 09.07 WIB. Pada perdagangan Senin (14/5), IHSG berakhir turun 0,16% atau 9,68 poin di level 5.947,15.

Sebanyak 15 saham bergerak menguat, 18 saham bergerak melemah, dan 547 saham stagnan dari 580 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan utama sektor finansial (-1,19%) dan infrastruktur (-0,93%). Adapun empat sektor lainnya bergerak di zona hijau dengan support utama sektor industri dasar yang naik 0,31%.

Meski pagi ini terkoreksi, pergerakan IHSG diprediksikan akan menguat pada perdagangan hari ini. PT Indosurya Bersinar Sekuritas memprediksikan penguatan IHSG pada level 5.791–6.062 hari ini.

Dalam rilisnya, William Surya Wijaya, Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas, menjelaskan pergerakan indeks masih akan dipengaruhi oleh jelang rilis data perekonomian BI Rate, fluktuasi harga komoditas, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,

Dikemukakan, pola gerak IHSG saat ini terlihat sedang berusaha untuk dapat kembali menembus level resisten. William meyakini kuatnya fundamental perekonomian masih akan terus menopang pola gerak IHSG dalam jangka panjang.

Adapun Analis Waterfront Securities Indonesia Octavianus Marbun memprediksi IHSG akan bergerak menguat di level 5.902—6.012 pada perdagangan hari ini

Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat terbatas setelah sebelumnya bergerak fluktuatif. Meredanya kekhawatiran akan perang dagang antara AS dan China menjadi sentimen positif ditengah koreksinya saham defensif.

Di sisi lain, Wakil Perdana Menteri China dijadwalkan akan berkunjung ke AS pada 15-19 Mei untuk melanjutkan negosiasi perdagangan antara AS dan China.

“Hal ini menimbulkan optimisme di pasar akan terjadinya kesepakatan antara kedua negara tersebut setelah pertemuan pada awal Mei lalu tampaknya tidak menghasilkan kesepakatan yang diharapkan,” kata Octavianus, dalam risetnya.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 melemah 1% atau 5,22 poin ke 514,93 pada pukul 09.08 WIB, setelah dibuka turun 0,60% atau 3,10 poin di posisi 517,06.

Sementara itu, indeks FTSE Straits Time Singapura turun 0,30%, indeks FTSE Malay KLCI naik 0,39%, dan indeks PSEi Filipina menguat 1,38%.

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,24% dan 0,06%. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,55% dan indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,55%. Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing naik 0,20% dan 0,14%.

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

BMRI

-2,78%

BBCA

-1,31%

HMSP

-1,06%

UNVR

-0,66%

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

BBRI

+0,94%

TRAM

+5,85%

ADRO

+1,19%

INCO

+1,17%

Sumber: Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fajar Sidik

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper