Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lelang SUN: Permintaan Investor Diproyeksi Rp22 Triliun-Rp44 Triliun

Bank Maybank Indonesia memperkirakan lelang surat utang negara atau SUN pertama pada kuartal kedua 2018 yang akan digelar esok, Selasa (10/4/2018) akan mendapat kelebihan permintaan antara 1,6 kali hingga 2,6 kali dari target indikatif Rp17 triliun, atau antara Rp27 triliun hingga Rp44,2 triliun.

Bisnis.com, JAKARTA—Bank Maybank Indonesia memperkirakan lelang surat utang negara atau SUN pertama pada kuartal kedua 2018 yang akan digelar esok, Selasa (10/4/2018) akan mendapat kelebihan permintaan antara 1,6 kali hingga 2,6 kali dari target indikatif Rp17 triliun, atau antara Rp27 triliun hingga Rp44,2 triliun.

Pemerintah akan melelang lima seri, yakni SPN12180712 (kupon: diskon; jatuh tempo: 12 Juli 2018), SPN12190411 (kupon: diskon; jatuh tempo: 11 April 2019), FR0063 (kupon: 5,625%; jatuh tempo: 15 Mei 2023), FR0064 (kupon: 6,125%; jatuh tempo: 15 Mei 2028) dan FR0065 (kupon: 6,625%; jatuh tempo: 15 Mei 2033).

Anup Kumar, Senior Fixed Income Analyst Bank Maybank Indonesia, mengatakan bahwa permintaan investor dalam lelang esok kemungkinan akan tetap moderat di tengah yield rata-rata tertimbang yang lebih rendah dibandingkan lelang sebelumnya.

Anup mengatakan, ada berbagai sentimen yang akan mempengaruhi lelang esok yang mendasari proyeksinya bahwa permintaan akan berkisar antara 1,6 kali hingga 2,6 kali dari target indikatif atau target terendah Rp17 triliun.

Sejumlah hal yang kemungkinan menghambat keberhasilan lelang esok antara lain meningkatnya yield US Treasury tenor 10 tahun yang sempat di atas 2,8%, data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) per Maret 2018 yang bervariasi, dan ekspektasi inflasi inti Amerika Serikat yang lebih tinggi pada Maret 2018 menjadi 2,0%.

Sentimen penghambat lainnya yakni inflasi Indonesia pada Maret 2018 yang mencapai 3,4% lebih tinggi dibandingkan perkiraan konsensus ekonomi. CCI turun selama tiga bulan berturut-turut di tengah konsumen yang tetap optimis, sementara cadangan devisa Maret 2018 turun menjadi US$126 miliar.

Sementara itu, sentimen positif yang mendukung yakni tidak adanya data fundamental yang dirilis selama pekan ini, likuiditas perbankan yang besar senilai Rp111 triliun per 6 April 2018, dan tingginya arus masuk investor asing ke pasar surat utang pemerintah akhir-akhir ini.

“Permintaan mungkin tetap moderat dan konsentrasi di seri pasar uang (SPN) dan FR0064 (tenor 10 tahun). Setidaknya sejak tahun pertama, 43% dan 23% dari total penawaran yang masuk pada lelang konvensional dikelompokkan dalam seri pasar uang dan seri FR0064, sementara sisanya disebar di antara seri yang ditawarkan,” tulis Anup dalam risetnya, Senin (9/4/2018).

“Alasan kami memilih FR0064 (10 tahun) sebagai seri kedua yang dapat menerima permintaan besar setelah seri pasar uang didasarkan pada pandangan kami bahwa hasil FR0063 (5 tahun) dan FR0065 (15 tahun) saat ini mahal,” lanjutnya.

Dengan asumsi bahwa yield FR0064 saat ini diperdagangkan pada 6,592% (pada penutupan 9 April 2018), maka yield yang layak bagi FR0063 akan berada pada 6,262% (ditutup pada 5,933% per 9 April 2018) sementara yield yang layak bagi FR0065 akan berada di 6,932% (ditutup pada 6,823% per 9 April 2018).

Sumber likuiditas yang akan mendukung permintaan dalam lelang SUN esok yakni adanya dua seri SPN, yakni SPN03180404 dan SPN12180412 yang telah jatuh tempo. SPN03180404 senilai Rp5,00 triliun telah jatuh tempo pada 4 April 2018, sementara SPN12180412 senilai Rp8,05 triliun akan jatuh tempo pada 17 April 2018 mendatang.

“Penerimaan dari kedua seri ini senilai Rp13,05 triliun berpotensi untuk diinvestasikan kembali lagi selama lelang besok,” tulis Anup.

Anup mengatkan, yield dari seri-seri obligasi negara fixed rate saast ini berada di bawah yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan pada lelang dua pekan lalu, kecuali untuk seri pasar uang. Oleh karena itu, dirinya memperkirakan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan pada lelang esok akan lebih rendah dibandingkan lelang sebelumnya.

Dengan berbagai sentimen yang mempengaruhi lelang esok, dirinya memperkirakan yield rata-rata tertimbang yang akan dimenangkan untuk masing-masing seri pada lelang esok yakni

- SPN12180712 (3mo): 4,160% - 4,260%
- SPN12190411 (1thn): 5,040% - 5,140%
- FR0063 (5y): 5,870% - 5,970%
- FR0064 (10y): 6,530% - 6,630%
- FR0065 (15y): 6,760% - 6,860%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ana Noviani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper