Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Impor China Melonjak, Harga Batu Bara Rebound Akhir Pekan Lalu

Harga batu bara kontrak Januari 2018 berhasil membukukan rebound pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (8/9/2017), dengan kenaikan lebih dari satu persen, menyusul laporan lonjakan impor batu bara China.
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintasi sungai Mahakam, di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu 23/4)./JIBI-Paulus Tandi Bone
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintasi sungai Mahakam, di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu 23/4)./JIBI-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara kontrak Januari 2018 berhasil membukukan rebound pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (8/9/2017), dengan kenaikan lebih dari 1%, menyusul laporan lonjakan impor batu bara China.

Pada perdagangan Jumat, harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 1,12% atau 0,95 poin di US$85,60/metrik ton.

Rebound harga batu bara pada perdagangan Jumat sekaligus mengakhiri koreksi yang dicatatkan dua hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Dilansir Bloomberg, impor batu bara China pada bulan Agustus rebound dari level terendahnya dalam 14 bulan. Impor melonjak demi mengisi kekosongan dari lambatnya produksi domestik serta seiring dengan meredanya pengalihan pengiriman di bawah aturan impor baru.

Menurut perhitungan Bloomberg berdasarkan data dari Administrasi Umum Bea Cukai China pada hari Jumat (8/9), impor negara pengguna energi terbesar di dunia tersebut naik hampir 30% dibandingkan dengan bulan sebelumnya menjadi setara dengan 815.161 metrik ton per hari.

“Produksi domestik telah tertahan oleh meningkatnya pengawasan yang intensif sebelum kongres partai nasional, jadi impor mungkin telah melonjak untuk mengisi kesenjangan pasokan,” ujar Deng Shun, seorang analis GF Futures Co., sebelum data tersebut dirilis, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (11/9/2017).

Berbanding terbalik dengan batu hitam, harga minyak mentah ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan seiring dengan kehawatiran sisi permintaan AS yang merosot akibat badai Irma.

Pada penutupan perdagangan Jumat (8/9/2017), harga minyak WTI kontrak teraktif Oktober 2017 turun 1,61 poin atau 3,28% menuju US$47,48 per barel. Adapun minyak Brent kontrak teraktif November 2017 merosot 0,71 poin atau 1,30% menjadi US$53,78 per barel.

Kepala riset komoditas Commerzbank Eugen Weinberg menuturkan, harga minyak turun tajam karena kehawatiran menurunnya permintaan AS akibat terjadinya badai Irma. Irma merupakan salah satu badai paling kuat di dekat AS dalam satu abad terakhir.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2018 di bursa Rotterdam

Tanggal

US$/MT

8 September

85,60

(+1,12%)

7 September

84,65

(-0,18%)

6 September

84,80

(-0,06%)

5 September

84,85

(+1,13%)

4 September

83,90

(+1,64%)

 

 

  

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fajar Sidik

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper