Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

GEJOLAK RUPIAH: Ini Data dan Fakta Fundamental, Komparasi dan Plus Minusnya

Kurs rupiah ditutup menguat 0,46% ke level Rp12.667 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (17/12/2014). Berikut ini sejumlah data, fakta, komparasi dan plus minus dari pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi akhir-akhir ini.
Ilustrasi/JIBI
Ilustrasi/JIBI

4. Faktor Rusia: Kenaikan Suku Bunga Hingga 17% Membuat Kenaikan BI Rate Mandul

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebutkan ada andil dari penguatan pengetatan moneter di Rusia terhadap perlemahan rupiah, selain karena ekspektasi percepatan penaikan suku bunga di Amerika Serikat, Rusia menaikkan suku bunga acuan hingga 650 basis poin menjadi 17%.

"Pasti ada pemikiran pindahkan portofolio ke Rusia. Pola berpikir ini yang menyebabkan perubahan di pasar," kata Menkeu.

Central Bank of Russia, Senin (15/12/2014), memutuskan menaikkan suku bunga acuan dari 10,5% menjadi 17% dalam waktu sepekan, untuk menangkal depresiasi rubel yang anklok 48,8% sepanjang tahun berjalan.

Bank Indonesia beberapa waktu lalu menaikkan suku bunga 25 basis poin, sehingga BI Rate menjadi 7,75%. Tetapi kenaikan itu menjadi sia-sia karena langkah Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : News Editor
Editor : News Editor
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper