Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kontrak Vale Kian Menipis, Ini Jawaban Jokowi Soal Divestasi Saham INCO

Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih belum mau menanggapi lebih jauh terkait dengan proses divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO).
Truk listrik PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang dikemudikan perempuan.
Truk listrik PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang dikemudikan perempuan.

Bisnis.com, GRESIK – Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih belum mau menanggapi lebih jauh terkait dengan proses divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) kendati kontrak tambang perusahaan asing itu kian menipis.

Menurutnya, upaya penyelesaian divestasi saham INCO masih dalam proses pembicaraan. Padahal masa operasi Vale Indonesia berakhir pada 28 Desember 2025 dan Vale Indonesia punya waktu hingga akhir 2024 untuk menawarkan harga divestasi saham, tetapi Jokowi irit bicara terkait dengan perkembangan ambil alih saham tersebut.

“Belum, masih proses. Masih dalam proses. Jadi belum bisa saya sampaikan karena masih dalam proses. Jadi belum,” ucapnya usai meninjau smelter tembaga PT Freeport Indonesia, dikutip Rabu (21/6/2023).

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif irit bicara saat dikonfirmasi terkait hak pengendalian operasional dan financial consolidation PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang sempat dibahas oleh DPR RI beberapa waktu lalu.

Arifin masih belum bisa memberikan informasi lengkap mengenai hal tersebut.

“Nanti dibicarakan, saya belum bisa ekspose apa yang belum dikonfirmasi,” kata Arifin di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (16/6/2023).

Sekadar informasi, Vale Indonesia merupakan perusahaan tambang dan pengolahan nikel terintegrasi yang beroperasi di Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Perusahaan asal Kanada itu mengantongi Kontrak Karya pada 1968. Vale juga telah mendapatkan perpanjangan pertama pada Januari 1996.

Adapun, porsi kepemilikan emiten berkode INCO itu adalah Vale Canada Limited sebesar 43,79 persen, MIND ID sebesar 20 persen, Sumitomo Metal Mining Co Ltd sebesar 15,03 persen, dan masyarakat/publik sebanyak 20,49 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper