Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penjualan Nikel Antam (ANTM) Meredup Kuartal III/2022, Direksi Tetap Optimistis Tumbuh

Segmen nikel Antam mencatatkan penurunan dari sisi produksi dan penjualan sampai dengan kuartal III/2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 10 November 2022  |  06:21 WIB
Penjualan Nikel Antam (ANTM) Meredup Kuartal III/2022, Direksi Tetap Optimistis Tumbuh
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Segmen nikel Antam mencatatkan penurunan dari sisi produksi dan penjualan sampai dengan kuartal III/2022 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. - JIBI/Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mencatatkan capaian kinerja operasi dan penjualan segmen nikel yang solid namun masih lebih rendah pada periode sembilan bulan pertama 2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada sembilan bulan 2022, volume produksi unaudited feronikel ANTM tercatat sebesar 18.088 ton nikel dalam feronikel (TNi), turun sekitar 5 persen dari capaian produksi unaudited periode sembilan bulan pertama 2021 sebesar 19.096 TNi.

Pada periode kuartal ketiga 2022 tingkat produksi unaudited feronikel Antam tercatat sebesar 6.106 TNi, turun sekitar 3 persen dari produksi kuartal kedua 2022 sebesar 6.301 TNi.

Pada kuartal III/2022, Antam juga mencatat penurunan penjualan feronikel sepanjang sembilan bulan 2022 yaitu membukukan volume penjualan unaudited sebesar 17.269 TNi, capaian tersebut turun 8,5 persen dari penjualan unaudited periode yangs ama 2021 sebesar 18.880 TNi.

Sementara itu, volume penjualan unaudited mencapai 7.646 TNi, tumbuh signifikan sebesar 93 persen dibandingkan volume penjualan unaudited kuartal II/2022 sebesar 3.962 TNi sejalan dengan kondisi pemulihan industri dan peningkatan penyerapan produk feronikel pada kuartal III/2022.

Direktur Operasi dan Produksi ANTM I Dewa Wirantaya mengatakan di tengah kondisi volatilitas ekonomi pasar global saat ini dan harga energi yang tinggi, Antam berfokus untuk mengimplementasikan kebijakan strategis dalam pengelolaan biaya yang tepat dan efisien, dengan tetap menjaga kesetabilan tingkat produksi dan upaya perluasan basis pasar penjualan feronikel.

“Perusahaan meyakini bahwa, performa segmen nikel Antam akan konsisten bertumbuh seiring dengan penguatan kondisi ekonomi global dan outlook positif penyerapan komoditas nikel,” ungkapnya dalam siaran pers, Rabu (9/11/2022).

Selain itu, Antam juga mencatat penurunan pada produksi bijih nikel yang sepanjang sembilan bulan 2022. Tercatat produksi bijih nikel sebesar 6,22 juta wet metric ton (wmt), atau turun sampai 25 persen dibandingkan volume produksi pada sembilan bulan 2021 sebesar 8,30 juta wmt.

Adapun, realisasi penjualan unaudited bijih nikel pada sembilan bulan 2022 ke pasar domestik yang mencapai mencapai 4,75 juta wmt, atau turun 17,5 persen dibandingkan penjualan pada sembilan bulan 2021 sebesar 5,76 juta wmt.

Sementara itu, pada kuartal III/2022, produksi bijih nikel unaudited mencapai 1,82 juta wmt, meningkat 23 persen dibandingkan produksi kuartal II/2022 (qoq) sebesar 1,48 juta wmt.

“Capaian volume penjualan unaudited bijih nikel pada kuartal III/2022 mencapai 1,71 juta wmt, tumbuh 142 persen dari penjualan kuartal II/2022 sebesar 708.000 wmt sejalan dengan pemulihan tingkat serapan bijih nikel domestik pelanggan pihak ketiga serta stabilisasi harga nikel global,” imbuh Dewa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antam Kinerja Emiten Nikel antm BUMN
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top