Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Obligasi Tetap Punya Magnet Meski Saham Diramal Moncer, Mengapa?

Risiko dan volatilitas yang lebih minim menjadi nilai tambah pasar obligasi, kendati prospek nya diramal kalah menggiurkan daripada saham.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 Oktober 2022  |  21:00 WIB
Obligasi Tetap Punya Magnet Meski Saham Diramal Moncer, Mengapa?
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati prospek instrumen investasi saham dipandang bakal menggiurkan untuk kuartal IV/2022, bukan berarti opsi lain seperti obligasi kehilangan daya tarik. Meski dari segi imbal hasil daya tariknya redup, risiko investasi obligasi yang lebih minim ketimbang saham dinilai analis sebagai kelebihan tersendiri.

Secara tahun berjalan, kinerja pasar saham yang direpresentasikan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tumbuh 6,98 persen, sedangkan indeks komposit obligasi tumbuh negatif 0,01 persen.

Direktur Utama Pinnacle Persada Investama Guntur Surya Putra menerangkan secara kinerja memang sepanjang tahun berjalan pasar obligasi sebenarnya masih dalam tekanan di tengah tren kenaikan tingkat suku bunga.

Sementara itu, pasar saham walaupun masih mencatatkan kinerja positif, tetapi tingkat fluktuasi juga cukup tinggi.

"Untuk kuartal IV/2022 ini pasar obligasi masih berfluktuasi dan bisa koreksi, tetapi dari penurunannya lebih terbatas," terangnya kepada Bisnis, Minggu (2/10/2022).

Untuk pasar saham banyak investor mengkhawatirkan meningkatnya inflasi dan potensi global resersi. Secara keseluruhan, volatilitas diperkirakan akan cukup tinggi.

Sementara itu, pasar saham indonesia jika dibandingkan dengan regional dinilai Guntur berkinerja lebih baik.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto meyakini pilihan manajer investasi akan sesuai kebijakan investasi reksa dana masingmasing.

"Kalau reksa dana saham, ya tidak bisa masuk obligasi dan sebaliknya. Tingkat inflasi Amerika Serikat dan inflasi Indonesia akan menjadi penentu kebijakan suku bunga," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi saham rekomendasi saham investasi IHSG
Editor : Herdanang Ahmad Fauzan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top