Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produk Tembakau Inovatif Bebas Asap yang Kini Semakin Familiar…

Menikmati produk tembakau inovatif bebas asap lebih familiar di telinga banyak orang. Salah satunya berkat kehadiran IQOS dan HEETS
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  13:04 WIB
Produk Tembakau Inovatif Bebas Asap yang Kini Semakin Familiar…
Foto: Dok. HM Sampoerna
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Produk tembakau inovatif bebas asap kedengarannya asing beberapa tahun lalu. Kini, menikmati produk tembakau inovatif bebas asap lebih familiar di telinga banyak orang. Salah satunya berkat kehadiran IQOS dan HEETS, perangkat dan produk tembakau inovatif bebas asap dari PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) yang bekerja dengan cara memanaskan tembakau bukan membakarnya

Sampoerna mengklaim produk tembakau inovatif bebas asap lebih baik jika dibandingkan rokok dengan yang dibakar. Alasannya, berdasarkan berbagai kajian ilmiah, produk tersebut mengeliminasi hingga 95 persen senyawa berbahaya dan berpotensi berbahaya dalam aerosol yang dihasilkan dibandingkan dengan kandungan asap dari rokok yang dibakar.

Philip Morris International (PMI), induk usaha Sampoerna, diketahui telah melakukan kajian panjang untuk mengembangkan dan menghadirkan produk tembakau inovatif bebas asap. Selama beberapa tahun terakhir, PMI telah berinvestasi lebih dari US$9 miliar dengan melibatkan 930 ilmuwan, insinyur, teknisi, dan staf pendukung.

Chief Sustainability Officer, Philip Morris International (PMI), Jennifer Motles mengatakan, hal tersebut menunjukkan keseriusan pihaknya dalam menghadirkan produk yang lebih baik bagi konsumen dewasa yang tetap ingin menikmati produk tembakau.

“Jadi dapat dilihat sangat jelas ke mana perusahaan menempatkan fokus dan arah tujuan kami,” katanya Jennifer dalam sesi wawancara baru-baru ini di Jakarta.

Keseriusan PMI mengembangkan produk tembakau inovatif bebas asap, khususnya di Tanah Air nampak melalui dua aksi penting. Pertama, berinvestasi membangun fasilitas produksi produk tembakau inovatif bebas asap. Kedua, menyediakan IQOS-HEETS untuk perokok dewasa yang ingin beralih ke produk yang lebih baik.

Fasilitas produksi rokok tanpa asap dengan nilai investasi US$166,1 juta rencananya mulai beroperasi pada kuartal IV 2022. Bagi HMSP, fasilitas produksi ini tidak hanya untuk menghadirkan produk tembakau inovatif bebas asap yang lebih baik tetapi juga menjadi hub untuk ekspor sekaligus penyerap daun tembakau petani lokal.

Pada sisi penjualan, Sampoerna telah melakukan uji pasar IQOS secara terbatas sejak bulan Maret 2019 melalui program keanggotaan “IQOS Club” untuk mempelajari potensi pasar dan respon perokok dewasa terhadap produk tembakau inovatif bebas asap.. Hingga akhir 2021, IQOS Club telah beranggotakan sebanyak lebih dari 65.000 orang, naik tinggi dibandingkan 2020 yang sebanyak 30.000 orang.

Gerai fisik IQOS juga bergerak naik menjadi 78 gerai pada Desember 2021 dari posisi 14 gerai pada 2020. Produk IQOS-HEETS juga telah tersedia di platform e-commerce dengan 2 varian alat dan 8 varian HEETS.

Sebelumnya, Stacey Kennedy, President of South & Southeast Asia PMI mengatakan bahwa produk yang baik perlu diterima konsumen dewasa. Untuk itu, produk tembakau inovatif bebas asap dibuat serupa dengan pengalaman merokok tetapi dengan senyawa berbahaya dan berpotensi berbahaya yang jauh berkurang.

“Itulah yang kami lakukan, dan produk ini memiliki tingkat keberhasilan tertinggi dalam produk bebas asap di dunia, karena lebih dari 70 persen, bahkan 72 persen dari mereka yang telah beralih ke IQOS, menggunakannya untuk sepenuhnya berhenti merokok,” katanya pada April 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hm sampoerna tembakau
Editor : Media Digital
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top