Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Palma Serasih PSGO Incar Laba Rp488,2 Miliar pada 2022, Siapkan Dividen

PT Palma Serasih Tbk. (PSGO) mengincar pendapatan Rp3,54 triliun dan laba bersih RpRp488,2 miliar pada 2022.
Jajaran direksi PT Palma Serasih Tbk. (PSGO). Perusahaan mengincar pendapatan Rp3,54 triliun dan laba bersih RpRp488,2 miliar pada 2022.
Jajaran direksi PT Palma Serasih Tbk. (PSGO). Perusahaan mengincar pendapatan Rp3,54 triliun dan laba bersih RpRp488,2 miliar pada 2022.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perkebunan kelapa sawit PT Palma Serasih Tbk. (PSGO) menargetkan laba bersih Rp488,2 miliar pada 2022. Perseroan pun membuka peluang membagikan dividen dari laba bersih tersebut.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Palma Serasih Astrida Niovita Bachtiar menyampaikan perusahaan menargetkan peningkatan pendapatan dan laba bersih pada 2022 seiring dengan pertumbuhan produksi minyak kelapa sawit atau CPO dan pertumbuhan harga CPO global. Pada 2022, PSGO mengincar pendapatan Rp3,54 triliun dan laba bersih RpRp488,2 miliar.

"Apabila laba bersih bisa mencapai target 2022, Palma Serasih bisa berkomitmen membagikan dividen sesuai anggaran dasar perseroan," ujarnya dalam paparan publik selepas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2021, Selasa (28/6/2022).

Pada 2021, Palma Serasih mencatatkan pendapatan Rp1,76 triliun, naik 90 persen year on year (YoY). Lonjakan pendapatan ditopang pertumbuhan penjualan minyak kelapa sawit (MKS) 43,4 persen YoY menjadi 145.103 ton dan inti kelapa sawit (IKS) 26 persen YoY menjadi 21.159 ton.

Laba bersih PSGO juga meningkat tajam 707 persen YoY menjadi Rp213,84 miliar pada 2021 dari Rp26,5 miliar pada 2020. Namun, dalam RUPS 2021, sambung Astrida, Palma Serasih belum memberikan dividen karena mengalokasikan laba sebagai laba ditahan.

Dari sisi kinerja operasional, pada 2022 Palma Serasih menargetkan produksi tandan buah segar (TBS) inti dan plasma 540.000 ton, produksi MKS 218.440 ton, dan produksi IKS 35.579 ton. Astrida menyebutkan, peningkatan produksi CPO Palma Serasih berasal dari pabrik kelapa sawit (PKS) 2.

Pada 2021, utilitas PKS 1 sudah mencapai 102,7 persen dengan kapasitas 60 ton per jam. Adapun, utilitas PKS 2 hanya 50,1 persen karena baru beroperasi 1 bulan pada tahun lalu. Secara total, utilisasi kedua PKS mencapai 71 persen pada 2021, dan diharapkan meningkat pada 2022.

Astrida menyampaikan Palma Serasih menyiapkan bulking atau fasilitas penyimpanan CPO berkapasitas 2 x 5.000 ton di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, Kalimantan Timur. Diharapkan fasilitas bulking dapat beroperasi pada 2023. Belanja modal atau capex yang disiapkan untuk bulking mencapai Rp55 miliar.

"Pembangunan bulking baru akan dimulai pada 2022, dan diharapkan beroperasi pada 2023," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper