Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Dibuka Turun Jelang Putusan RDG BI, Saham BBRI Dilego asing

IHSG dibuka melemah di tengah aksi jual investor asing jelang pengumuman Bank Indonesia terkait suku bunga acuan BI7DDR.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Juni 2022  |  09:06 WIB
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka melemah jelang pengumuman hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bnak Indonesia (BI) siang ini.

Pada pukul 09.03 WIB, IHSG meluncur ke zona merah, turun 0,27 persen atau 18,94 poin menjadi 6.965,37. Sejumlah 167 saham melemah, 174 saham naik, dan 191 saham stagnan.

Investor asing cenderung melakukan aksi jual dengan net sell Rp76,22 miliar. Saham BBRI menjaid yang paling banyak dilego asing dengan net sell Rp31,3 miliar, selanjutnya BBCA Rp9 miliar, dan TLKM Rp5,5 miliar.

Kemarin, IHSG ditutup ke zona merah turun 0,85 persen ke posisi 6.984,31. Sepanjang perdagangan IHSG bergerak pada rentang 6.968,29–7.063,25.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya menyebutkan pola gerak IHSG saat ini dibayangi oleh beberapa faktor yakni sentimen penetapan suku bunga acuan dalam rapat dewan gubernur Bank Indonesia, volatilitas pasar global dan regional, serta volatilitas harga komoditas.

“Di sisi lain penopang pergerakan IHSG masih berasal dari kondisi kestabilan perekonomian dalam negeri dan mulai berputarnya roda perekonomian dalam negeri. IHSG berpotensi tertekan besok,” kata William dalam riset hariannya, Rabu (22/6/2022).

William memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.888–7.074 pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga acuan di tengah pengetatan kebijakan moneter global.

Perry menjelaskan, tingkat inflasi domestik masih terkendali, dengan perkiraan inflasi sekitar 4,2 persen pada tahun ini. Selain itu, tambahan subsidi energi yang diberikan pemerintah akan menghambat transmisi kenaikan harga komoditas global.

Analis OCBC Sekuritas Hendy Andrean menyebutkan, setelah sempat menguat, saham-saham di Amerika Serikat juga langsung anjlok dalam semalam.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 47,12 points, atau 0,15 persen ke 30.483,13. Selanjutnya, S&P 500 tergelincir 0,13 persen ke 3.759,89, dan indeks komposit Nasdaq Composite turun 0,15 persen ke 11.053,08.

"Hal ini karena sebelumnya, Kepala The Fed Jerome Powell mengatakan pada Kongres bahwa bank sentral sangat berkomitmen untuk menurunkan inflasi, yang mencapai level tertinggi 40 tahun di AS," ungkap Hendy dalam riset harian, Kamis (23/6/2022).

Untuk perdagangan hari ini, OCBC Sekuritas memperkirakan IHSG dapat bergerak bearish dengan resistance di 7.079 dan support di 6.855.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Bank Indonesia Indeks BEI bri Suku Bunga rdg
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top