Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kekhawatiran Resesi Kembali, Bitcoin Terpuruk Lagi

Harga Bitcoin anjlok hingga 3,64 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$20.316,26 pada pukul 13.19 WIB.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Juni 2022  |  13:30 WIB
Kekhawatiran Resesi Kembali, Bitcoin Terpuruk Lagi
Harga Bitcoin melemah hari ini, meskipun masih di atas level US20.000 - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga Bitcoin melemah pada hari Rabu (22/6/2022), bersamaan dengan pelemahan di pasar saham seiring dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap resesi global.

Berdasarkan data coinmarketcap, cryptocurrency dengan valuasi terbesar ini anjlok hingga 3,64 persen dalam 24 jam terakhir ke level US$20.316,26 pada pukul 13.19 WIB.

Sementara itu, koin terbesar kedua Ethereum melemah 5,45 persen ke level US$1.092,01. Shiba Inu, cryptocurrency terbesar ke-14 berdasarkan kapitalisasi pasar, menguat hingga 21 persen dalam 24 jam terakhir meskipun momentumnya berkurang.

Kepala analis teknikal Fundstrat Global Advisors Mark Newton mengatakan Bitcoin telah mencapai level dasar, tetapi mungkin bukan merupakan pelemahan ke level paling bawah.

"Target penguatan akan terwujud di dekat level US$23.300 dengan maksimum di kisaran US$24.800 sebelum harga melemah dan menguji ke level terendah hingga pekan terakhir Juni,” ungkap Newton seperti dilansir Bloomberg, Rabu (22/6/2022).

Dalam beberapa bulan terakhir, cryptocurrency telah bergerak sealan dengan pergerakan pasar saham, tak terkecuali hari ini karena selera investor terhadap aset berisiko surut karena meningkatnya kekhawatiran tentang resesi ekonomi.

Bitcoin diperkirakan akan bergerak konsolidasi di kisaran level $20.000, mirip dengan pergerakannya di sekitar level US$30.000 pada Mei dan hingga Juni.

Informa Global Markets sebelumnya mengatakan pergerakan dari posisi terendah di bawah US$20.000 terjadi karena sentimen risiko yang lebih luas cenderung stabil dan investor bersikap spekulatif sambil menunggu petunjuk perdagangan berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top