Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selain GOTO, Telkom Juga Kucurkan Dana ke Startup Lain, Ini Daftarnya

PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) memiliki sejumlah portofolio start-up melalui anak usahanya MDI Ventures.
Mutiara Nabila & Pandu Gumilar
Mutiara Nabila & Pandu Gumilar - Bisnis.com 13 Mei 2022  |  18:31 WIB
Komplek perkantoran Telkom Hub milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. - telkom
Komplek perkantoran Telkom Hub milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. - telkom

Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) memiliki sejumlah portofolio start-up melalui anak usahanya MDI Ventures.

Berdasarkan data MDI Ventures terdapat lebih dari 60 perusahaan yang juga dialirkan investasi oleh Telkom. Perusahaan tersebut ada yang asal Indonesia, dan juga perusahaan luar negeri.

Sejumlah perusahaan lokal di antaranya Kredivo, SiCepat, Tanihub, Alodokter, Sekolah.mu, Fabelio, dan Bahaso.

Selanjutnya, perusahaan lainnya bergerak di negara lain di Asia, terutama Asia Tenggara seperti perusahaan teknologi dari Vietnam Geniee, perusahaan e-sports Mobile Premier League, dan perusahaan paylater Billease di Filipina.

Belum lama ini, MDI Ventures, anak perusahaan dari Telkom Indonesia telah menyuntikkan dana kepada Zenius, perusahaan edukasi berbasis teknologi. Dengan adanya pendanaan ini, Zenius telah mengumpulkan lebih dari US$40 juta.

CEO Zenius Rohan Monga mengatakan yakin dapat mewujudkan misi kami untuk merangkai Indonesia yang lebih cerdas, cerah, dan asik melalui kolaborasi, kemitraan, dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti MDI yang memiliki visi yang sama, yaitu memajukan pendidikan di Indonesia.

Sebelumnya, Telkomsel membeli saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di level Rp72 juta per lembar pada 2021 sebagai bagian dari penyertaan jangka panjang pada instrumen keuangan.

Berdasarkan laporan keuangan TLKM per Maret 2022, Telkomsel mengadakan perjanjian dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) untuk investasi dalam bentuk Obligasi Konversi (CB) tanpa bunga sebesar US$150 juta atau setara Rp2,11 triliun dengan kurs sekitar Rp14.370.

Pada 17 Mei 2021, AKAB dan PT Tokopedia merger menjadi PT GoTo Gojek Tokopedia (GoTo). Merger ini membuat Telkomsel mengeksekusi CB sesuai dengan perjanjian yang dikonversi menjadi saham.

Pada 18 Mei 2021, Telkomsel telah menandatangani Perjanjian Pembelian Saham untuk memesan 29.708 lembar saham konversi atau sebesar US$150 juta setara dengan Rp2,11 triliun dan 59.417 lembar saham tambahan dari opsi pembelian saham atau senilai US$300 juta setara dengan Rp4,29 triliun dengan kurs sekitar Rp14.370.

Dengan kurs tersebut, artinya Telkom membeli saham GOTO pada kisaran Rp72 juta per lembar saham. Adapun total kepemilikan Telkom atas saham teknologi itu mencapai 89.125 lembar saham.

Dalam catatannya, investasi pada obligasi konversi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi disebut sebagai investasi jangka panjang yang dimiliki oleh Telkomsel dan MDI dalam bentuk obligasi konversi pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi, yang akan langsung dikonversi menjadi saham ketika jatuh tempo. Obligasi konversi tersebut akan jatuh tempo  31 Desember 2023.

Manajemen mencatat investasi pada ekuitas yang diukur pada nilai wajar, melalui laba rugi, merupakan investasi jangka panjang dalam bentuk saham pada berbagai perusahaan start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi. Grup disebut tidak memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan start-up tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham telkom StartUp GoTo Gojek Tokopedia
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top