Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Riset BRI Danareksa: 3 Lini Bisnis Bisa Kerek Pendapatan GOTO

Riset BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pendapatan GoTo tahun ini akan mencapai Rp11 triliun dan menyentuh Rp16 triliun di 2023
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 12 Mei 2022  |  20:43 WIB
Seremoni pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4/2022). GoTo meraih dana Rp15,8 triliun dari IPO dan penjualan saham treasury. - Istimewa
Seremoni pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4/2022). GoTo meraih dana Rp15,8 triliun dari IPO dan penjualan saham treasury. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perekonomian Indonesia yang tumbuh di atas 5 persen pada kuartal I 2022 diperkirakan akan menjadi momentum penguatan bisnis sejumlah emiten berbasis teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), sebagai ekosistem digital terbesar di Indonesia, diperkirakan akan mendapatkan manfaat paling besar dari percepatan pemulihan ekonomi Indonesia.

BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya memperkirakan pendapatan GoTo tahun ini akan mencapai Rp11 triliun dan menyentuh Rp16 triliun di 2023. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis mengatakan ada tiga katalis utama yang akan menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan GoTo ke depan.

Pertama yaitu peningkatan mobilitas Gojek pasca pandemi. Kedua, bisnis Tokopedia yang saat ini telah menjangkau hingga 17 ribu pulau dan memiliki 100 juta pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU).

Ketiga, yaitu potensi peningkatan bisnis GoPay melalui Goto Financial (GTF). Saat ini penetrasi bisnis tekfin masih sangat rendah yaitu baru 2,9 persen, sehingga potensi pertumbuhan bisnis Gopay masih sangat besar.

Menurut Niko, integrasi ketiga pilar bisnis yang terdapat dalam ekosistem GoTo tersebut akan menjadi kunci peningkatan profitabilitas GoTo ke depannya.

"Platform GoTo yang sangat generik, luas dan kolaboratif, memungkinkan perusahaan untuk memperluas aliran pendapatan baru dengan menggunakan infrastruktur yang ada dan mempercepat menuju profitabilitas," kata Niko dalam risetnya, seperti dikutip Kamis (12/5/2022).

Niko bahkan mengatakan GoTo akan memimpin pertumbuhan gross transaction value (GTV) sektor teknologi Indonesia sebesar 30 persen per tahun hingga tahun 2025.

Melihat potensi pertumbuhan bisnis yang besar tersebut Niko merekomendasikan untuk investor mengoleksi saham GOTO dengan target harga Rp400, atau naik 18,3 persen dari harga saat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) Rp338.

"Dalam jangka panjang, GoTo akan tetap terdepan dalam tren teknologi. Hal ini dimungkinan karena GoTo juga terikat dengan pemegang saham global seperti Alibaba, Alfabet, Tencent, dan Microsoft," kata Niko.

Analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy pun merekomendasikan beli saham GoTo dengan target harga Rp436. Rekomendasi itu diberikan melihat pertumbuhan GoTo berada di atas rata-rata pertumbuhan industrinya.

“Kami yakin GoTo pantas mendapatkan valuasi premium dari industri karena merupakan ekosistem yang unik (Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial),” kata Jimmy dalam riset terbarunya.

Sucor Sekuritas memperkirakan bisnis GoTo akan terus bertumbuh di masing-masing lini bisnisnya hingga dapat mencetak pendapatan bersih Rp20,5 triliun pada 2024.

Para analis melihat, fluktuasi harga saham GoTo yang terjadi saat ini merupakan bagian dari mekanisme pasar biasa. Begitu pun dengan kinerja keuangan GoTo yang masih mencatatkan kerugian juga merupakan tipikal dari perusahaan teknologi di seluruh dunia.

Namun dengan tiga pilar bisnis yang saling menguatkan, GoTo dinilai akan menjadi emiten dengan tingkat pertumbuhan bisnis yang cepat dan konsisten di masa depan. Hal ini juga didukung oleh adaptasi masyarakat Indonesia terhadap sistem dan transaksi secara digital akibat pandemi COVID-19 selama 2 tahun terakhir.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham perusahaan startup fintech Goto
Editor : Wahyu Arifin

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top