Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Live

Pergerakan Harga Emas Senin 17 Januari 2022, Prospek Mulai Membaik Pekan Ini?

Analis memperkirakan prospek harga emas terlihat membaik sepanjang pekan ketiga tahun 2022.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  16:55 WIB
Emas batangan - Bloomberg
Emas batangan - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas bergerak melemah pada awal perdagangan pekan ini, Senin (17/1/2022). Meskipun begitu, prospek logam mulia ini terlihat membaik sepanjang pekan ketiga tahun 2022.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas berjangka Comex untuk kontrak Februari 2022 terpantau melemah 0,14 persen atau 2,60 poin ke level US$1.813,90 per troy ounce pada pukul 08.01 WIB.

Sementara itu, harga emas di pasar spot terpantau melemah 0,17 persen atau 3,03 poin ke level US$1.814,91 per troy ounce.

Meskipun melemah, analis memperkirakan prospek harga emas mulai membaik pekan ini menyusul konsekuensi dari potensi kealahan kebijakan moneter karena Federal Reserve menjadi lebih hawkish di tengah data inflasi terbaru.

Ancaman inflasi mendorong harga emas lebih tinggi karena investor memperkirakan tekanan harga akan terus meningkat. Emas berjangka Comex pekan lalu diperdagangkan pada US$1.816,90, naik lebih dari 1 persen sepanjang pekan.

Dua data utama AS, data inflasi dan penjualan ritel, menjaga pasar dalam suasana risk-off. inflasi berjalan pada laju terpanas sejak 1982 pada bulan Desember, naik 7 persen (year-on-year/yoy). Sementara itu, penjualan ritel turun 1,9 persen, laju penurunan terbesar dalam sepuluh bulan.

Dua pendorong besar untuk emas ke depan adalah dolar AS dan imbal hasil obligasi. Dolar telah mundur, memberikan ruang bernafas untuk emas, sementara imbal hasil obligasi baru saja menghentikan kenaikan mereka.

Analis pasar senior OANDA Edward Moya memperkirakan harga emas dan imbal hasil obligasi akan menjadi pendorong besar terhadap harga emas ke depannya.

"Lihatlah seberapa tinggi imbal hasil Treasury AS. Pasar memperkirakan peluang lebih dari 90 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku pada bulan Maret. Dan emas mengalami minggu terbaiknya dalam beberapa bulan," ungkap Moya, seperti dilansir Kitco News, Senin (17/1/2022).

"Emas tidak mampu menembus level tertinggi baru-baru ini, tetapi segalanya terlihat cukup bagus,” lanjutnya.

16:55 WIB

Emas Comex menguat 4 poin

Harga emas Comex kontrak Februari 2022 terpantau menguat 0,22 persen atau 4 poin ke level US$1.820,50 per troy ounce pada pukul 16.38 WIB.

Sementara itu, harga emas di pasar spot terpantau menguat 0,18 persen atau 3,33 poin ke level US$1.821,27 per troy ounce.

14:35 WIB

Harga emas masih kompak naik

Pukul 14.31 WIB, harga emas spot naik 0,22 persen atau 3,94 poin menjadi US$1.821,88 per troy ounce.

Harga emas Comex kontrak Februari 2022 naik 0,17 persen atau 3 poin menuju US$1.819,5 per troy ounce.

13:46 WIB

Emas Comex lanjut menguat

Harga emas Comex kontrak Februari 2022 menguat 0,12 persen ke level US$1.818,6per troy ons.

Sementara itu, harga emas di pasar spot menguat 0,05 persen ke US$1.818,91.

11:34 WIB

Emas Comex menguat 2,5 poin

Harga emas Comex untuk kontrak Februari 2022 terpantau menguat 2,5 poin atau 0,14 persen ke level US$1.819 per troy ounce pada pukul 11.17 WIB.

10:52 WIB

Emas berbalik menguat

Harga emas Comex untuk kontrak Februari 2022 terpantau menguat 2,1 poin atau 0,12 persen ke level US$1.818,60 per troy ounce pada pukul 10.33 WIB.

Sementara itu, harga emas di pasar spot menguat 0,07 persen atau 1,274 poin ke level US$1.819,21 per troy ounce.

09:04 WIB

Emas Comex melemah 1,7 poin

Harga emas Comex untuk kontrak Februari 2022 terpantau melemah 1,7 poin ke level 0,09 persen ke level US$1.814,80 per troy ounce pada pukul 08.47 WIB.

Sementara itu, harga emas di pasar spot melemah 0,1 persen atau 1,74 poin ke level US$1.816,20 per troy ounce.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas comex
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top