Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ADB Ikut Borong Saham IPO, Bos Cimory Buka Suara

Dana dari ADB ini akan mendukung upaya perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produk susunya, memperluas akses ke makanan bergizi, serta mendukung penghidupan para pelaku usaha di sepanjang rantai nilai susu, termasuk peternak kecil.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  12:40 WIB
Ilustrasi berbagai produk Cimory. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. atau Cimory bersiap melakukan IPO. -  Istimewa.
Ilustrasi berbagai produk Cimory. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. atau Cimory bersiap melakukan IPO. - Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA — Di balik penawaran saham perdana atau IPO PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) atau Cimory, ternyata ada Asian Development Bank (ADB) yang ikut memborong 19,4 juta saham senilai Rp59,9 miliar (US$4,2 juta).

Adapun, dana dari ADB ini akan mendukung upaya perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produk susunya, memperluas akses ke makanan bergizi, serta mendukung penghidupan para pelaku usaha di sepanjang rantai nilai susu, termasuk peternak kecil.

Presiden Direktur Cimory Farell Sutantio menuturkan sangat gembira ADB ikut serta sebagai investor jangkar dalam IPO perusahaan.

“Kami memiliki hubungan kuat dengan ADB yang telah memberi pinjaman pada Cimory di awal pandemi tahun lalu, dan kami berharap dapat melanjutkan kerja sama dengan ADB agar dapat memberi nilai tambah di aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, termasuk inklusi gender, serta mengurangi jejak karbon dan lingkungan dari usaha kami,” papar Farell dalam siaran pers, Senin (6/12/2021).

Cimory, yang mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 6 Desember 2021, berhasil menggalang Rp3,67 triliun (US$255 juta) melalui penawaran saham yang mewakili 15 persen dari modal disetor perusahaan.

Carine Sophie Donges, Spesialis Investasi di Operasi Sektor Swasta ADB, mengungkapkan susu adalah industri penting di Indonesia karena sebagian besar susu berasal dari ribuan peternakan kecil.

Selain itu, dia melihat ketergantungan pada impor cukup besar mengingat produksi di dalam negeri belum dapat memenuhi permintaan produk susu domestik,” kata Carine Sophie Donges, Spesialis Investasi di Operasi Sektor Swasta ADB. 

“Melalui investasi ini, ADB dan Cimory dapat bekerja sama untuk meningkatkan penghidupan peternak dan kesejahteraan perdesaan, mendorong inklusi gender, serta berkontribusi bagi ketahanan pangan,” ungkapnya

Cimory berencana menggunakan hasil IPO untuk membiayai pertumbuhan organik Cimory Group, dengan meningkatkan kapasitas produksi dan distribusinya sampai dengan 2024. 

Peningkatan ini diperkirakan akan membawa manfaat bagi 4.200 peternak baru (dari sebelumnya sekitar 9.800 peternak menjual produksi susunya ke perusahaan pada 2020), bagi 5.000 perempuan yang menjadi agen pemasaran baru (dari sebelumnya 2.500 agen yang bermitra dengan perusahaan pada 2020), dan menjangkau 500.000 rumah tangga baru setiap tahunnya (dari sebelumnya sekitar 200.000 rumah tangga pada 2020).

Jaringan distribusi Cimory nantinya akan diperluas agar dapat melayani sebagian besar Pulau Jawa, serta pusat-pusat besar di Pulau Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo ADB Cimory
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top