Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Live

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Senin 15 November 2021, Waspadai Profit Taking

Pada hari ini emas berpeluang dibeli untuk menguji level resistance US$1.877 selama harga bertahan di atas level support US$1.862 per troy ounce.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 November 2021  |  15:14 WIB
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. - Bloomberg
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas tergelincir pada awal perdagangan Senin (15/11/2021) sekalipun indeks dolar AS juga mengalami pelemahan.

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (15/11/2021) pukul 09.54 WIB, harga emas Comex turun 6,70 poin atau 0,36 persen ke US$1.861,80 per troy ons. Sementara itu, harga emas spot turun 4,73 poin atau 0,25 persen ke US$1.860,17 per troy ons.

Tim Riset Monex Investindo Futures (MIFX) mengatakan, ekspektasi hawkish The Fed dan tingginya inflasi masih menjadi penggerak harga emas.

“Harga emas bergerak lebih rendah karena aksi profit taking setelah kenaikan kuat baru-baru ini ke level tertinggi sejak 14 Juni serta ekspektasi hawkish The Fed,” tulisnya dalam riet harian, Senin (15/11/2021).

Prospek pengetatan kebijakan lebih awal oleh the Fed diperkuat oleh kenaikan tingkat imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang mendorong arus modal menjauh dari logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Dolar AS yang menguat dan stabilitas di pasar keuangan juga menjadi sentimen yang negatif terhadap pergerakan harga emas.

Namun, kekhawatiran terhadap kenaikan tekanan inflasi lebih cepat dari perkiraan berpeluang membantu membatasi penurunan harga emas, yang merupakan lindung nilai jangka panjang yang terbukti terhadap kenaikan harga.

Pada hari ini emas berpeluang dibeli untuk menguji level resistance US$1.877 selama harga bertahan di atas level support US$1.862.

Namun, penurunan lebih rendah dari level support tersebut berpeluang memicu aksi jual terhadap harga emas, menguji level support selanjutnya US$1.854 per troy ounce. 

15:11 WIB

Emas Comex terkoreksi ke US$1.863,8

Emas spot terpantau melemah 0,16 persen atau 2,93 poin ke US$1.861,97 per troy ounce pada 15.08 WIB. 

Sementara itu, emas Comex kontrak Desember 2021 turun 0,25 persen atau 4,70 poin ke US$1.863,80 per troy ounce. 

14:34 WIB

Emas Comex turun 0,50 persen

Emas spot masih tertekan 0,34 persen atau 6,37 poin ke US$1.858,53 per troy ounce. 

Sementara emas Comex kontrak Desember 2021 terkoreksi 0,50 persen atau 9,30 poin ke US$1.859,20 per troy ounce. 

13:49 WIB

Emas spot tertahan di US$1.858,04

Emas spot terkoreksi 0,37 persen atau 6,86 poin ke US$1.858,04 per troy ounce pada 13:47 WIB. 

Adapun emas Comex kontrak Desember 2021 melemah 0,45 persen atau 8,50 poin ke US$1.860 per troy ounce. 

11:55 WIB

Emas spot melemah 0,32 persen

Emas spot terpantau terkoreksi 0,32 persen atau 5,90 poin ke US$1.859,00 per troy ounce. 

Adapun emas Comex kontrak Desember 2021 melemah 0,42 persen atau 7,90 poin ke US$1.860,60 per troy ounce. 

11:06 WIB

Emas comex turun 0,44 persen

Emas spot melemah 0,41 persen atau 7,68 poin ke US$1.857,22 per troy ounce pada 11.04 WIB. 

Sementara itu, emas Comex kontrak Desember 2021 turun 0,44 persen atau 8,30 poin ke US$1.860,20 per troy ounce. 

10:15 WIB

Emas spot dan Comex turun bareng

Emas spot melemah 0,34 persen atau 6,37 poin ke US$1.858,53 per troy ounce pada 10:13 WIB.

Sementara itu emas Comex kontrak Desember 2021 turun 0,41 persen atau 7,70 poin ke US$1.860,80 per troy ounce. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini logam mulia harga emas comex
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top