Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ICDX: 6 Cara Cek Fundamental Aset Kripto untuk Investor Pemula

Penting untuk investor memperhatikan keamanan, likuiditas, posisi pasar, tim pengembangan, reputasi, dan tingkat kelangkaan aset kripto.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 16 Oktober 2021  |  12:37 WIB
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin - Antara
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Cara analisis kripto yang tergolong aset baru tidak berbeda jauh dengan mempelajari fundamental kelas aset tradisional seperti saham. Namun, sebagai pemula, perlu memperhatikan beberapa faktor ketika bertransaksi.

Tim riset ICDX Kevin Andrew Oktavianus mengatakan, serupa dengan saham, aset kripto pun juga harus memperhatikan tidak hanya posisi aset kripto tersebut di pasar, tetapi juga kinerja developer aset kripto tersebut.

Ada beberapa faktor yang menjadi dapat diperhatikan trader ketika bertransaksi aset kripto. Beberapa diantaranya adalah keamanan, likuiditas, posisi pasar, tim pengembangan, reputasi, dan kelangkaannya.

Pertama sisi keamanan, cara suatu blockchain mencapai konsensus menentukan tingkat keamanan dari blockchain tersebut. Dengan begitu, sangatlah penting untuk memperhatikan mekanisme perjalanan dari blockchain tersebut hingga ke tahap konsensus.

"Selain itu perlu diperhatikan pengelolaan dari blockchain tersebut. Karena kepemilikan aset kripto bukanlah suatu kepemilikan sekuritas, dengan begitu sifat desentralisasi setidaknya menjamin pemilik aset dan tidak bergantung pada penerbit atau lead developer," ujarnya dalam riset, dikutip Sabtu (16/10/2021).

Kedua dari sisi likuiditas, yakni adalah tingkat kemudahan suatu aset dapat diubah ke uang atau aset lain yang banyak digunakan. Dengan demikian, saat berinvestasi, sangat penting untuk memastikan ada pasar untuk membeli dan menjual aset dengan kisara harga yang baik dan transparan.

Ketiga, perhatikan posisi pasar yang memperdagangkan aset kripto itu menunjukkan kekuatan proyek likuiditasnya. Jika aset kripto terdaftar di bursa yang besar dan dengan jangkauan global, menandakan aset tersebut lolos analisis banyak investor. Hal ini mengartikan, “besar kemungkinan” aset tersebut kuat dan mempunyai likuiditas yang tinggi.

Keempat, perhatikan tim pengembangan. Dalam suatu teknologi, penting untuk mengetahui siapa yang berada dibalik dari teknologi itu sendiri. Keberhasilan suatu tim teknologi di masa lampau juga menjadi faktor penentu bagaimana berkembangnya suatu proyek teknologi.

"Selain itu, jumlah anggota tim juga harus memungkinkan untuk menciptakan suatu keberhasilan proyek," jelasnya.

Kelima, saat menilai reputasi dari suatu aset kripto, penting untuk melihat kegunaan dan frekuensi penggunaannya. Investor sebaiknya memeriksa kegunaan suatu aset sebelum berinvestasi. Selain itu, jumlah tahun berjalan sebelum suatu aset Initial Coin Offering (ICO)/Initial Exchange Offering (IEO) juga menjadi faktor penentu yang baik.

Keenam, penting untuk melihat ketersediaan dari suatu aset. Sifat suplai menjadi salah satu faktor, di mana hal ini berbicara mengenai permintaan dan penawaran. 

Jika berbicara tentang aset kripto, tentu kita mengenal dengan istilah pembakaran (burn). Ini adalah mekanisme menciptakan suatu kelangkaan pasokan. Kelangkaan ini secara tidak langsung menyebabkan tekanan beli terhadap harga aset kripto tersebut.

"Saat berbicara tentang analisis fundamental pada aset kripto, tentunya akan banyak faktor yang menentukan nilai intrinsik suatu aset kripto. Faktor-faktor ini hanyalah sebagian dari faktor-faktor fundamental yang memengaruhi nilai suatu aset kripto," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency mata uang kripto Ethereum
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top