Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Isu Tapering Tak Akan Berdampak Signifikan Terhadap CDS Indonesia, Ini Sebabnya

Data dari World Government Bonds pada Minggu (26/9/2021) mencatat, CDS 5 tahun Indonesia berada di level 79,80. Selama sebulan ke belakang, nilai CDS Indonesia terpantau melemah 10,41 persen.
CDS/Wikipedia
CDS/Wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA – Stabilitas nilai tukar turut berperan terhadap terjaganya Credit Default Swap (CDS) Indonesia. Sentimen tapering dari The Fed diyakini tidak akan begitu berdampak bagi pergerakan CDS hingga akhir tahun.

Data dari World Government Bonds pada Minggu (26/9/2021) mencatat, CDS 5 tahun Indonesia berada di level 79,80. Selama sebulan ke belakang, nilai CDS Indonesia terpantau melemah 10,41 persen.

Meski demikian, selama 6 bulan terakhir, level CDS Indonesia telah terpantau menguat sebesar 9,02 persen.

Seperti diketahui, level CDS yang semakin rendah menunjukkan ekspektasi risiko investasi yang semakin rendah pula pada instrumen surat utang suatu negara, dalam hal ini untuk surat utang Indonesia dalam denominasi rupiah.

VP Economist Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, perkembangan CDS di Indonesia pada tahun ini cenderung mengalmi penurunan. Tren ini bahkan lebih baik dibandingkan dengan masa sebelum pandemi virus corona.

Josua memaparkan, secara rata-rata CDS Indonesia di tahun 2021 tercatat stabil di kisaran 73 hingga akhir Agustus. Sejak indikator CDS tercatat, rata-rata CDS di tahun ini merupakan nilai terendah untuk Indonesia.

“Hal ini menandakan bahwa pada tahun 2021, meskipun sejauh ini nilai tukar rupiah terdepresiasi sekitar 1,36 persen year to date (ytd), namun stabilitasnya lebih terjaga,” katanya saat dihubungi pada pekan ini.

Josua melanjutkan, stabilitas nilai tukar berimplikasi pada menurunnya premi risiko di Indonesia. Sentimen ini kemudian diharapkan dapat menarik investor asing untuk kembali berinvestasi ke Indonesia.

Menurutnya, stabilitas CDS Indonesia akan tetap terjaga hingga akhir tahun. Hal tersebut karena salah satu sentimen utama yang berpotensi menekan CDS, yakni isu tapering, telah memiliki kejelasan seiring dengan pernyataan dari The Fed.

CDS Indonesia juga diprediksi tidak akan meningkat banyak, karena peningkatan CDS akibat sentimen tapering telah terjadi pada bulan Maret dan April lalu.

Josua menjelaskan, dilihat dari sejarah taper tantrum tahun 2021, dampak signifikan dari tapering terjadi pada jeda antara pengumuman tapering dan implementasinya, serta pasca masa tapering hingga kenaikan suku bunga The Fed pertama.

Dengan sudah berlalunya tekanan dari sentimen tapering, ia memprediksi CDS pada akhir tahun tidak akan meningkat terlalu tajam.

“Kami perkirakan CDS akan berkisar pada 70 hingga 80 di akhir tahun,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper