Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Reksa Dana Berbasis Dolar AS Akan Tetap Berkembang, Ini Alasannya!

Adanya isu tapering off serta adanya kemungkinan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat di kemudian hari bisa menjadi acuan bahwa reksa dana berbasis dolar AS ini akan berkembang. 
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 22 September 2021  |  21:15 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Tren investasi di dalam produk reksa dana berbasis dolar AS dipercaya akan tetap berkembang, apalagi mengingat adanya tapering dari Federal Reserve di negeri Paman Sam tersebut. 

Head of Investment Product & Advisory PT Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo menyampaikan bahwa adanya isu tapering off serta adanya kemungkinan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat di kemudian hari bisa menjadi acuan bahwa reksa dana berbasis dolar AS ini akan berkembang. 

“Nah kami di DBS sendiri juga mengalami kenaikan double digit untuk produk syariah [reksa dana syariah berbasis dolar] ini. Dan kami melihat bahwa tren investasi di dalam produk berbasis US ini akan tetap berkembang,” ungkap Djoko dalam acara launching produk reksa dana saham global syariah, Rabu (22/9/2021).

Berdasarkan perkembangan ini, menurut Djoko paling tidak reksa dana berbasis dolar AS bisa dijadikan investor sebagai sarana atau solusi untuk diversifikasi. Selain itu dia juga melihat bahwa tren diversifikasi dalam mata uang dolar AS tersebut sebenarnya sudah dikenal cukup lama oleh investor. 

Djoko pun mengungkapkan bahwa pada tahun mendatang, 2022, Bank DBS Indonesia juga akan meluncurkan produk reksa dana dolar lainnya yang sesuai dengan tren.

Untuk diketahui, pada Senin (20/9/2021) lalu, PT BNP Paribas Asset Management (BNP Paribas AM) dan PT Bank DBS Indonesia meluncurkan produk reksa dana BNP Paribas DJIM Global Technology Titans 50 Syariah USD yang merupakan reksa dana saham syariah pertama di Indonesia dengan tema teknologi global.

“Jadi kami berharap dengan investasi di mata uang dolar AS yang merupakan salah satu diversifikasi yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi khususnya di AS yang memang sedang menarik juga didukung oleh tema tema yang juga sesuai dengan yang berkembang di masa masa bersangkutan,” ungkap Djoko.  

Optimisme pertumbuhan reksa dana berbasis dolar ini terutama untuk reksa dana global syariah juga disampaikan oleh Presiden Direktur BNP Paribas AM Priyo Santoso yang juga menyampaikan bahwa perusahaannya salam lima tahun terakhir tumbuh lebih 20 persen untuk produk tersebut. 

Dia menyampaikan, minat investor di Indonesia sendiri sangat besar terhadap produk reksa dana syariah berbasis dolar AS. 

“Jadi dalam hal ini kami melihat bahwa ke depannya pertumbuhan produk syariah itu masih cukup besar,” ujar Priyo pada kesempatan yang sama, Rabu (22/9/2021). 

Menurut Priyo produk reksa dana syariah berbasis dolar AS sendiri memiliki keunggulan pada etikal investasi dengan menjalankan bisnis secara bertanggung jawab. 

Selain itu lanjut Priyo, dari sisi rasio keuangan biasanya perusahaan yang masuk dalam indeks syariah tersebut tidak memiliki hutang yang cukup tinggi. Di mana rasio hutang dibandingkan dengan kapitalisasi pasar itu tidak boleh dari 33 persen, sehingga perusahaan itu memiliki ketahanan yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki hutang tinggi. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi reksa dana
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top