Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Semester I/2021: Sentul City (BKSL) Berbalik Laba Rp294,46 Miliar

Kenaikan kinerja utamanya ditopang oleh lonjakan penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, ruko, dan apartemen sebesar 2.975 persen menjadi Rp2,32 triliun dari sebelumnya Rp75,54 miliar.
Perumahan di Sentul City/Antara
Perumahan di Sentul City/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Sentul City Tbk. berbalik laba pada periode semester I/2021 ditopang oleh pendapatan perseroan yang meroket.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021, emiten dengan kode saham BKSL tersebut membukukan lonjakan pendapatan sebesar 1.420 persen menjadi Rp2,42 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp159,30 miliar.

Perseroan pun berbalik laba menjadi Rp294,46 miliar pada semester I/2021, kontras dengan posisi rugi neto yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I/2020 senilai Rp234,49 miliar.

Adapun, kenaikan pendapatan utamanya ditopang oleh lonjakan penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, ruko, dan apartemen sebesar 2.975 persen menjadi Rp2,32 triliun dari sebelumnya Rp75,54 miliar.

Sedangkan pendapatan hotel, restoran, dan taman hiburan naik 27,83 persen menjadi Rp58,38 miliar dari sebelumnya Rp45,67 miliar dan pendapatan pengelolaan kota naik 5,72 persen menjadi Rp40,26 miliar dari sebelumnya Rp38,08 miliar.

Presiden Direktur Sentul City Tjetje Muljanto mengatakan di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang dilanda efek negatif pandemi Covid-19 dan terpuruknya daya beli konsumen, pada semester I/2021 perseroan telah berhasil melaksanakan ekspansi bisnis serta langkah-langkah perbaikan kinerja.

“Seperti penghematan biaya dan penjualan aset strategis sehingga pendapatan perseroan di semester I/2021 sebesar Rp2,4 triliun, sudah melampaui total penjualan keseluruhan 2020 sebesar Rp452 miliar,”kata Tjetje dalam siaran pers, dikutip Rabu (1/9/2021).

Tjetje menunjukkan penunjang utama kenaikan pendapatan perseroan salah satunya berasal dari penjualan properti investasi yakni AEON Mall yang negosiasinya sudah direncanakan sejak lama. 

Hal ini disebut menjadi bukti bahwa perseroan masih mendapat kepercayaan yang baik dari investor berskala internasional yakni investor Jepang yang sangat selektif dalam mengambil keputusan bisnisnya.

Selanjutnya, perseroan mampu menurunkan total liabilitas sebesar 21 persen sejak awal tahun menjadi Rp6,4 triliun dari sebelumnya Rp8,1 triliun.

Dari jumlah tersebut liabilitas jangka pendek turun sebesar 5,3 persen ytd menjadi Rp3,09 triliun. Tjetje menjelaskan realisasi tersebut menggambarkan bahwa perseroan tetap berkomitmen dalam memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga sehingga berdampak pada penurunan kewajiban perseroan yang cukup signifikan.

Ke depannya, Tjetje mengatakan BKSL akan tetap fokus mengembangkan wilayah perkotaan hijau yang inovatif dan berkesinambungan dengan memberikan kenyamanan bagi penghuni dan pengunjung untuk “live, play, work & visit.” 

Adapun, Sentul City akan mengemabngkan kawasan baru di area sekitar 250 hektare. Di sana, perseroan kembali membuka peluang kerjasama dalam bentuk mitra strategis dengan beberapa pengembang.

“Didukung dengan masterplan yang terpadu dan fasilitas-fasilitas yang menarik, Perseroan berkomitmen untuk menjadikan Sentul City sebagai tujuan utama hunian, pariwisata, dan investasi yang mendukung pengembangan wilayah Sentul Selatan dan sekitarnya dengan konsep one stop living,” tutup Tjetje.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper