Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PREMIUM NOTES : Ancang-ancang IPO IDEA dan Tuah Yusuf Mansur di 3 Emiten

Bulan depan, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menyambut kedatangan PT Idea Indonesia Akademi Tbk. (IDEA) sebagai emiten baru.
Ustaz Yusuf Mansur./Instagram @yusufmansurnews
Ustaz Yusuf Mansur./Instagram @yusufmansurnews

Bisnis.com, JAKARTA — Pada awal bulan depan, perusahaan kongsi Achmad Machlus dan Eko Desriyanto yakni PT Idea Indonesia Akademi Tbk. bakal memulai petualangannya di pasar modal. Berencana listing dengan kode emiten IDEA pada 9 September 2021, perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan sektor pariwisata itu akan berusaha menggasak modal Rp32,93 miliar.

Belum ada kepastian angka harga penawaran perdana saham IDEA. Namun, paparan awal perusahaan menyebutkan kisaran harganya adalah Rp120 hingga Rp155 per saham.

1. IPO 2021, Margin Tebal IDEA dari Pendidikan Vokasi

Dalam prospektus, perusahaan menyebutkan bahwa salah satu tujuan penghimpunan modal via Initial Public Offering (IPO) adalah untuk pembangunan asrama baru yang berlokasi di Lampung. Ada pula alokasi untuk penyertaan pada entitas anak serta tambahan modal kerja perseroan.

"Dalam hal jumlah dana hasil penawaran umum perdana saham tidak mencukupi untuk memenuhi rencana tersebut, maka Perseroan akan menggunakan kas internal atau pendanaan eksternal yang diperoleh dari bank atau perusahaan pembiayaan," tulis manajemen dalam prospektus terserekbut.

Ulasan selengkapnya mengenai IDEA dapat Anda baca di sini.

motionbanking
motionbanking

Aplikasi MotionBanking besutan PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP)./Istimewa

2. Ambisi Yusuf Mansur Buat Kongsi BABP, REAL, & BEBS

Aksi-aksi investasi tokoh publik Yusuf Mansur rupanya tidak sekedar dimaksudkan untuk berburu cuan. Dalam sebuah unggahan di media sosial belum lama ini, Yusuf juga menjelaskan bahwa dirinya berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang berpeluang melakukan kolaborasi dengan Paytren, perusahaan pembayaran rintisannya.

Terakhir, yusuf mempromosikan saham emiten properti PT Repower Asia Indonesia Tbk. (REAL) lewat aksi borong yang diunggahnya di akun Instagram. 

"Selamat datang REAL, kita yang REAL REAL saja," tulisnya, Senin (16/8).

Yusuf juga tak ketinggalan menyebut dua emiten lain yang juga sempat dia promosikan, PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) dan PT Berkah Beton Sedaya Tbk. (BEBS). Dia mengatakan emiten-emiten tersebut akan melihat peluang kolaborasi dengan Paytren miliknya.

Pembahasan lanjutan terkait hal tersebut dapat Anda baca di sini.

zyrex
zyrex

Tampilan Zyrex Confidante yang merupakan perpaduan laptop dan tablet, buatan PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk. (ZYRX)./Dok. Istimewa

 

3. Dapat ‘Upgrade’ Rp700 Miliar, Saham Zyrex (ZYRX) Masih Murah?

Setelah melewati berbagai spekulasi, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk. (ZYRX) akhirnya benar-benar ketiban untung dari proyek pengadaan laptop pemerintah. Kepastian ini datang menyusul adanya pesanan 165.000 unit dari pemerintah yang nilainya kurang lebih menyentuh Rp700 miliar.

Saham emiten produsen perangkat keras merek Zyrex itu pun kembali menampakkan grafik hijau pada perdagangan awal pekan ini. Analis cenderung menilai bahwa kendati mulai naik, saham ZYRX tergolong atraktif secara valuasi harga.

Pembahasan lebih lanjut ada pada artikel ini.

perubahan iklim
perubahan iklim

Suhu di Manresa, Spanyol mencapai 36 derajat Celcius pada Minggu (15/8/2021). Gelombang panas mulai melanda kawasan Mediterania./Bloomberg-Angel Garcia

 

4. Alarm Kencang Perubahan Iklim, Bagaimana Posisi Indonesia?

Kian dekatnya ancaman krisis iklim memicu banyak negara di dunia mulai mengusung misi perbaikan. Target nol emisi kompak dicanangkan negara-negara maju dunia hingga puluhan tahun ke depan.

Laporan terbaru Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) pada pekan lalu mendesak partisipasi yang lebih besar. Menurut pesan tersirat pada laporan tersebut, perubahan iklim bukan cuma masalah yang mesti dihadapi negara-negara besar. Seluruh bendera mesti urun partisipasi demi keberlansungan peradaban manusia.

"Kemampuan kita untuk menekan perubahan iklim pada 1,5 derajat Celcius sangat bergantung pada upaya yang kita lakukan 10 tahun ke depan. Sangat penting memang untuk menetapkan target nol emisi, tetapi lebih penting lagi adalah menetapkan target pengurangan emisi selama 10 tahun ke depan," kata utusan Inggris untuk Konferensi Perubahan Iklim PBB John Murton.

Indonesia pun turut memberikan partisipasi. Pemerintah memancang target nol emisi bisa teracapai pada 2060.

Lantas, bagaimana posisi target tersebut bila dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia? Jawabannya dapat Anda temukan pada artikel ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper