Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PREMIUM NOTES : Momen Penentuan Negosiasi Indosat-Tri hingga Prospek EMTK dan BBRI dari Liga 1

Mengacu kesepakatan nota kesepahaman terakhir, hasil merger Indosat-Tri bakal diumumkan pada Senin (16/8/2021). Bagaimana proyeksinya?
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 16 Agustus 2021  |  08:45 WIB
PREMIUM NOTES : Momen Penentuan Negosiasi Indosat-Tri hingga Prospek EMTK dan BBRI dari Liga 1
Manajemen PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) a.l. Direktur Utama Alvin W. Sariaatmadja (kanan), Wakil Direktur Utama Sutanto Hartono, dan Direktur Sutiana Ali hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar di SCTV Tower, Jakarta, Kamis (16/5/2019). - Dok. Emtek
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) bakal memanen buah ranum dari rencana bergulirnya Liga 1 pada akhir Agustus mendatang. Nama pertama diuntungkan karena statusnya sebagai hak siar, sedangkan perusahaan kedua bakal dapat pusat perhatian lantaran terpilih sebagai sponsor titel kompetisi.

Bagi Emtek, dampak menjadi pemilik hak siar bakal mereka rasakan dari berbagai sisi. Bukan cuma dari prospek kenaikan rating televisi, tetapi juga potensi meningkatnya jumlah pelanggan pada platform digital Vidio.com.

1. Emtek (EMTK) dan Bank BRI (BBRI) Menanti Tuah Liga 1 'Virtual'

Sedangkan bagi BBRI, status sponsor utama bisa diolah sebagai strategi marketing jitu untuk memasarkan produk ataupun program barunya. Pasalnya, dengan Liga 1 dihelat tanpa penonton dan murni virtual, hal ini juga akan membuat mereka lebih efisien dalam mengeluarkan biaya promosi.

Status sebagai sponsor pada program yang menarik banyak minat secara virtual juga dapat mendorong akselerasi marketing digital perusahaan.

Selengkapnya dapat Anda baca di sini.

indosat 

GEDUNG INDOSAT./Bisnis-Himawan L Nugraha

2. Bayang-bayang Risiko, Terus Tertundanya Merger Indosat (ISAT) dan Tri

Tanggal 16 Agustus 2021 bakal menjadi hari yang sibuk. Selain persiapan menyambut hari kemerdekaan, perhatian publik juga bakal tertuju pada PT Indosat Tbk. (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia yang berencana mengumumkan hasil negosiasi konsolidasi mereka.

Penjajakan negosiasi ISAT dan Tri menjadi salah satu langkah korporasi paling dinanti tahun ini. Betapa tidak, jika jadi merger, kedua perusahaan ini bakal menjadi ancaman serius bagi penguasa pangsa pasar internet di Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

Namun sebaliknya, jika  merger gagal, bisa jadi nasib kedua perusahaan akan makin kelabu.

ISAT, pada paruh pertama tahun ini, memang membukukan laba fantastis. Namun, seperti yang sudah jadi rahasia umum, torehan tersebut banyak didorong faktor keputusan menjual bisnis menara telekomunikasi mereka.

Di sisi lain, Tri mengalami pelemahan kinerja pada paruh pertama 2021. Kendati pelanggan jaringan mereka naik, penurunan ARPU membuat kinerja akhir perseroan tetap terkontraksi.

Selengkapnya dapat Anda baca di sini.

brms 

Suasana fasilitas pengolahan emas PT Citra Palu Minerals, anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), di Sulawesi./bumiresourcesminerals.com

3. Summer & Hartman Siap Rp1,65 Triliun, Rights Issue Poles BRMS Lewati Rp100?

Rencana penambahan modal via rights issue yang bakal dilakukan emiten Grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), mendapat sambutan antusias dari sejumlah investor eksisting. Termasuk Summer Ace Ventures Limited dan Hartman International yang sama-sama menyatakan kesiapan menjadi pembeli siaga saham BRMS.

Ini bukan kali pertama kedua investor sama-sama menyatakan kesiapan sebagai pembeli siaga. Awal tahun ini, dalam rights issue sebelumnya yang dilakukan BRMS, kedua investor juga sama-sama melakukan pembelian saham baru BRMS.

Hartman kala itu sepakat mengambil bagian sisa saham yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham sebanyak-banyaknya 6,22 miliar lembar dengan harga pelaksanaan Rp70 atau setara total Rp435,40 miliar. Sementara itu, Summer Ace menyatakan sepakat untuk sebanyak-banyaknya 16,67 miliar sisa saham dengan harga pelaksanaan Rp70 atau setara dengan Rp1,16 triliun.

Adapun rights issue kedua BRMS rencananya bakal dieksekusi pada Oktober 2021, setelah mendapat lampu hijau dari pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pekan lalu.

Pembahasan selanjutnya dapat dibaca di sini.

bris 

Karyawati Bank Syariah Indonesia melayani nasabah di KC Jakarta Hasanudin, Jakarta, Selasa (2/2/2021)./Bisnis-Arief Hermawan P

4. Menuai Berkah dari Akselerasi Digital Bank Syariah

Bukan cuma bank-bank umum nonsyariah, bank-bank berbasis syariah juga silih berganti menyatakan tekad mereka untuk meningkatkan transaksi digital. Seperti dalam persaingan bank umum, bank-bank syariah juga menempuh strategi dan pendekatan yang berbeda antara satu dengan yang lain.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) misalnya, bakal memilih pembangunan superapp sebagai strategi utama. PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS), di sisi lain, juga akan menempuh langkah khas mereka sendiri seiring basis pelanggan perseroan yang condong ke segmen prasejahtera.

Selengkapnya dapat Anda baca di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri indosat brms emtek Bank Syariah Indonesia
Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top