Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Bisnis-27 Menghijau, TOWR, KLBF hingga INKP Menguat

Indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini naik 0,36 persen menjadi 452,26 pada pukul 09.02 WIB.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 Agustus 2021  |  09:26 WIB
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (24/6/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (24/6/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka menghijau pagi ini mengikuti penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (3/8/2021), indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini naik 0,36 persen menjadi 452,26 pada pukul 09.02 WIB.

Sebanyak 11 saham menguat, 13 saham melemah, dan 3 saham dibuka stagnan.

Saham emiten menara menguat paling tinggi, PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) meningkat 24,49 persen naik ke harga 1440. Di belakangnya, ada emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) yang meningkat 1,53 persen.

Selanjutnya, emiten-emiten yang menghijau lainnya diantaranya PT Indah kiat Pulp and Paper Tbk. (INKP), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) yang menguat masing-masing 1,46 persen, 1,38 persen dan 1,23 persen.

Di sisi lain, saham dari emiten ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) mengalami pelemahan paling dalam turun 2,46 persen ke harga 1390. Selanjutnya, ada saham emiten tambang PT Baruto Pacific Tbk. (BRPT) yang melemah 1,92 persen.

Selain itu, saham lainnya yang melemah diantaranya diisi oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) dan PT JAPFA Tbk. (JPFA) yang melemah masing-masing 1,17 persen, 0,73 persen dan 0,62 persen.

Di sisi lain, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat pada awal perdagangan naik hingga 0,5 persen ke level 5126,7. Dibuka di level 6107,9, indeks komposit terus menanjak.

Sebanyak 230 konstituennya menghijau, 154 memerah, dan 155 stagnan. Dengan kapitalisasi pasar meroket melewati Rp7326,33 triliun.

Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi dalam laporannya mengatakan, saham TLKM, UNVR, BRPT, CPIN dan ASII berhasil menopang IHSG pada perdagangan kemarin disaat saham ARTO, TOWR dan TPIA menekan.

Ia menjelaskan, sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG adalah rilis data ekonomi di awal pekan dan awal bulan yang bervariasi. Kontraksi yang cukup dalam pada indeks kinerja manufaktur Indonesia dan tingkat inflasi yang naik secara tahunan untuk bulan Juli 2021 menjadi sejumlah katalis yang mempengaruhi pergerakan IHSG.

Indeks PMI manufaktur turun ke level 40.1 dari 53.5 dari periode sebelumnya dan tingkat inflasi naik 1.52 persen dari 1.33 persen dari periode sebelumnya.

“Dampak dari PPKM Darurat di bulan lalu terlihat pada akitifitas kinerja sektor manufaktur namun masih dapat membuat tingkat inflasi tahunan bertumbuh,” jelasnya

Lanjar memaparkan, secara teknikal IHSG berhasil bertahan diatas level moving average 20 hari dan whipsaw di level moving average 5 hari.

Pergerakan IHSG seakan menahan pelemahan dari tren negatif dan melanjutkan trend positif jangka panjang yang memiliki level trendline dikisaran 6.050.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BEI indeks bisnis27
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top