Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Kimia Farma (KAEF) Tunda Program Vaksinasi Individu

Besarnya animo serta banyaknya pertanyaan yang masuk membuat manajemen Kimia Farma memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 12 Juli 2021  |  09:49 WIB
Salah seorang warga bersiap hendak melakukan tes rapid antigen di Klinik Kimia Farma di Bandara Internasional Minangkabau. - Bisnis/Noli Hendra
Salah seorang warga bersiap hendak melakukan tes rapid antigen di Klinik Kimia Farma di Bandara Internasional Minangkabau. - Bisnis/Noli Hendra

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten BUMN farmasi PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) memutuskan untuk menunda program Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu sampai waktu yang ditentukan kemudian.

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno menjelaskan sebelumnya jadwal vaksinasi untuk individu tersebut dimulai hari ini, Senin (12/7/2021), tetapi kemudian ditunda.

“Besarnya animo serta banyaknya pertanyaan yang masuk membuat manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta,” kata Ganti dalam keterangan resmi, Senin (12/7/2021).

Adapun, pemberian vaksin untuk individu ini sesuai dengan Permenkes No. 10/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Aturan tersebut kemudian dilengkapi dengan Permenkes No. 19 Tahun 2021 mengenai program Vaksinasi Gotong Royong yang kemudian diperluas bagi individu/perorangan.

Merespons kebijakan Kementerian Kesehatan tersebut, PT Kimia Farma Tbk. melalui cucu usahanya PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk Vaksinasi Gotong Royong secara individu/perorangan.

Sebelumnya, Ganti mengatakan perseroan mendukung upaya pemerintah untuk memperluas vaksinasi gotong royong tersebut untuk mencapai herd immunity.

Saat ini, program vaksinasi yang sudah berjalan di Indonesia terdiri dari program vaksinasi pemerintah dan program vaksinasi Gotong Royong untuk korporasi. Kedua program tersebut memiliki syarat-syarat tertentu yang mana tidak semua individu dapat mengaksesnya.

“Kalau tercapai herd immunity, kami harapkan juga secara bertahap tentunya nanti akan berdampak pada perekonomian kita ke depan sehingga masyarakat bisa merasa tenang dan nyaman menggerakkan roda ekonomi,” kata Ganti dalam konferensi pers, Minggu (11/7/2021).

Berbeda dengan program vaksinasi dari pemerintah yang menggunakan vaksin jenis SinoVac dan Astra Zeneca, program vaksinasi individu ini hanya akan menggunakan vaksin Sinopharm.

Selain itu, perbedaan juga terletak pada biaya vaksinasi. Apabila vaksinasi dari program pemerintah diberikan secara cuma-cuma, vaksinasi individu ini membebankan biaya kepada masing-masing individu yang akan divaksin. Dalam Permenkes Nomor 19 Tahun 2021 tadi, disebutkan harga vaksin untuk individu ini senilai Rp321.660 per dosis.

Setidaknya sudah tersedia 1,5 juta dosis vaksin Sinopharm yang siap didistribusikan untuk program Vaksinasi Gotong Royong Individu.

Plt Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Agus Chandra mengatakan vaksin untuk individu ini baru dapat diakses di 8 titik wilayah Jawa—Bali melalui fasyankes kelolaan Kimia Farma a.l. di Senen, Pulo Gadung, Blok M, Bandung, Solo, Semarang, Surabaya, dan Bali.

Masing-masing titik tersebut akan disediakan vaksin Sinopharm sebanyak 5.000 dosis dan akan disesuaikan dengan permintaan dan animo dari masyarakat.

“Yang jelas sekarang semua masyarakat Indonesia bisa memeroleh layanan vaksinasi,” ujar Agus.

Berdasarkan laporan harian Satgas Penanganan Covid-19 pada 11 Juli 2021, tercatat jumlah vaksinasi dosis pertama maupun kedua mencapai 73.943 dosis dan 42.018 dosis.

Secara kumulatif, dosis pertama telah diberikan kepada 36.267.019 penerima dan dosis kedua sudah disuntikan kepada 15.011.348 orang.

Sebelumnya, Presiden Joko menargetkan vaksinasi mencapai 700.000 dosis per hari pada Juli dan 1 juta dosis mulai Agustus 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN farmasi kimia farma Vaksin Covid-19
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top