Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Nantikan FOMC Meeting, Bursa Asia Variatif

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menguat 0,39 persen dan 0,2 persen. Di sisi lain, indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,1 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 Juni 2021  |  09:10 WIB
Investor Nantikan FOMC Meeting, Bursa Asia Variatif
Bursa Asia - Bloomberg.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia bergerak variatif pada awal perdagangan Senin (14/6/2021) di saat investor menantikan pertemuan penting Federal Reserve akhir pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menguat 0,39 persen dan 0,2 persen. Di sisi lain, indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,1 persen.

Volume perdagangan di bursa Asia diperkirakan akan rendah dengan sejumlah hari libur termasuk di Australia, China, dan Hong Kong. Kontrak berjangka bursa AS menguat tipis setelah saham reli pada hari Jumat.

Sementara itu, imbal hasil Treasury AS 10 tahun naik tipis menjadi sekitar 1,46 persen setelah mencapai posisi terendah dalam tiga bulan pada hari Kamis dan mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Desember pekan lalu.

Sementara itu, dolar AS stabil terhadap rekan-rekan Kelompok 10 selama awal perdagangan Asia setelah KTT G7 yang menekankan persatuan.

Dengan imbal hasil Treasury AS yang cenderung turun, investor mengantisipasi The Fed akan menegaskan kembali bahwa kebijakan ultra-longgarnya masih tepat dan terlalu dini untuk mulai mempertimbangkan pengurangan pembelian obligasi.

Namun, para pejabat The Fed dalam FOMC Meeting akan memproyeksikan kenaikan suku bunga pada tahun 2023 di tengah pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang lebih cepat, menurut ekonom yang disurvei oleh Bloomberg.

"FOMC terus melihat lonjakan inflasi hanya bersifat sementara, dan mungkin mengakui bahwa mereka sedang mendiskusikan laju pembelian bulanan tetapi belum akan berkomitmen untuk tanggal untuk memperlambat pembelian," kata analis Prudential Financial Inc. Quincy Krosby, seperti dikutip Bloomberg, Senin (14/6/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia fomc
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top