Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Duh! IHSG Rawan Koreksi, Pilih Saham Apa Hari Ini?

Pola candlestick bearish counter attack dengan Indikator Stochstic dan RSI yang mengarah ke area jenuh.
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/5/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan akan mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, Senin (14/6/2021). Namun, sejumlah saham tetap menarik disimak.

Equity Technical Analyst Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi Taulat menuturkan IHSG (-0.20%) terkoreksi 12,04 poin ke level 6.095 dengan indeks sektor energy (+3.25%) dan Teknologi (-5.70%) alami penguatan yang cukup tinggi.

Investor asing tercatat net buy sebesar Rp2,62 triliun dengan komposisi reguler net buy sebesar Rp552,06 miliar dan bursa nego sebesar Rp2,06 triliun. Optimisme mereda pada akhir pekan.

"Secara teknikal IHSG membentuk pola false break resistance 6118 dan fractal 6103. Pola candlestick bearish counter attack dengan Indikator Stochstic dan RSI yang mengarah ke area jenuh," paparnya, Senin (14/6/2021).

Indikasi IHSG terkoreksi pada perdagangan selanjutnya menguji support moving average 5 hari pada rentang pergerakan 6.044-6.118.

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya ACES, BBTN, BJBR, BSDE, HRUM, ICBP, INCO, LSIP, MIKA, PTBA, PWON, TBLA.

Jumat (12/6/2021) lalu, bursa Asia menutup pekan kembali bervariasi. Indeks HangSeng (+0.36%) menguat ditengah pelemahan indeks Nikkei (-0.03%), TOPIX (-0.14%) dan CSI300 (-0.89%).

Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Mei mencapai angka 5% secara tahunan, menjadi yang tercepat sejak 2008 memberikan signal peningkatan inflasi lanjutan yang mengancam prospek pelongaran moneter AS.


Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper