Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Intip Rencana Ekspansi Alfamart (AMRT) dan Indomaret (DNET) pada 2021

Emiten pemilik bisnis ritel melanjutkan sejumlah rencana ekspansi pada tahun ini meski masih dibayangi pandemi Covid-19.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  19:59 WIB
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) memperluas ekspansi bisnisnya dengan meresmikan gerai ke/1.000 di Filipina.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) memperluas ekspansi bisnisnya dengan meresmikan gerai ke/1.000 di Filipina.

Bisnis.com, JAKARTA - Ritel modern skala minimarket membidik kelanjutan ekspansi pada 2021 setelah menjadi penopang pertumbuhan pada 2020. Sejumlah peluang masih terbuka lebar bagi pelaku usaha untuk pengembangan bisnis.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), emiten pengelola ritel Alfamart, bakal mengalokasikan belanja modal sampai Rp3 triliun pada 2021. Selain disiapkan untuk membiayai perpanjangan sewa gerai yang akan berakhir, belanja modal juga ditujukan untuk pembukaan gerai baru, renovasi gerai yang telah ada, dan juga pembelian perlengkapan.

Direktur Corporate Affairs Alfamart Solihin mengatakan perseroan masih optimistis dalam melihat pengembangan usaha. Meski perusahaan berhasil menambah gerai dari 14.430 unit per Januari 2020 menjadi 15.434 unit pada Desember 2020, dia mengatakan peluang ekspansi masih besar.

“Di Indonesia ini meski gerai kami sudah banyak, tetapi belum seluruh Indonesia. Artinya masih ada wilayah-wilayah yang memang akan kami buka di sana. Terutama wilayah-wilayah baru. Berkaitan dengan hal tersebut kami menilai peluang membuka toko baru masih cukup besar,” kata Solihin kepada Bisnis, Senin (17/5/2021).

Dalam 5 tahun terakhir, perusahaan mencatat adanya pergeseran pembukaan toko dari yang mulanya terkonsentrasi di Jabodetabek menjadi ke wilayah di luar Pulau Jawa. Hal ini setidaknya terlihat komposisi gerai di luar Jawa yang naik dari 29,7 persen dari total gerai pada 2019 menjadi 30,7 persen pada 2020.

"Sejauh ini pembukaan gerai di luar Jawa positif. Wilayah timur dan lainnya masih prospektif. Meski kami juga sudah buka gerai di luar negeri, tetapi lajunya tentu berbeda dengan di Indonesia,” kata dia.

Managing Director PT Indomarco Prismatama, perusahaan pengelola Indomaret, Wiwiek Yusuf meyakini sektor ritel bakal menjadi salah satu yang pertama bergerak ketika daya beli masyarakat membaik. Dia mengatakan Indomaret akan turut berpartisipasi dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Karena menyangkut kebutuhan dasar, sektor ritel akan termasuk pada bisnis yang pertama ikut bergerak jika perekonomian dan daya beli meningkat,” kata Wiwiek.

Indomaret sendiri tercatat berhasil menambah 614 gerai sepanjang 2020. Gerai Indomaret mencapai 18.113 unit pada Desember 2020 dari yang mulanya 17.499 unit pada Januari 2020. Indomaret dimiliki oleh entitas Grup Salim, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET).

Secara umum, ritel modern channel minimarket menjadi kontributor pertumbuhan utama ritel modern pada 2020. Ritel modern berhasil tumbuh 1,0 persen tahun lalu setelah sempat mencetak angka pertumbuhan sebesar 7,5 persen pada 2019.

Kenaikan tipis sektor ritel disumbang oleh minimarket yang berhasil tumbuh 4,8 persen. Pada saat yang sama, ritel modern segmen toko swalayan (supermarket) dan hypermarket mengalami kontraksi sebesar 10,1 persen menurut data Nielsen Retail Audit.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel alfamart sumber alfaria trijaya indomaret
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top