Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Link Net (LINK) Kantongi Pinjaman Rp1,5 Triliun, Untuk Apa?

Total fasilitas pinjaman yang didapatkan perseroan mencapai Rp1,5 triliun dengan rincian sebesar Rp1 triliun merupakan fasilitas pinjaman transaksi khusus jangka panjang dan Rp500 miliar fasilitas jangka pendek.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 10 Mei 2021  |  17:39 WIB
(Ka-Ki) Penandatanganan MoU kerja sama dilakukan oleh Presiden Direktur dan CEO PT Link Net Tbk Marlo Budiman bersama Deputy Chief Marketing Officer PT Link Net Tbk Santiwati Basuki dan Ketua Umum APRINDO Roy N. Mandey dalam rangkaian kegiatan Hari Ritel Nasional 2020. - Istimewa
(Ka-Ki) Penandatanganan MoU kerja sama dilakukan oleh Presiden Direktur dan CEO PT Link Net Tbk Marlo Budiman bersama Deputy Chief Marketing Officer PT Link Net Tbk Santiwati Basuki dan Ketua Umum APRINDO Roy N. Mandey dalam rangkaian kegiatan Hari Ritel Nasional 2020. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten penyedia jaringan broadband, PT Link Net Tbk., mendapatkan pinjaman mencapai Rp1,5 triliun dari PT  Bank CIMB Niaga Tbk.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, emiten berkode saham LINK itu melakukan penandatanganan akta perjanjian kredit no. 4 dengan Bank CIMB Niaga.

Total fasilitas pinjaman yang didapatkan perseroan mencapai Rp1,5 triliun dengan rincian sebesar Rp1 triliun merupakan fasilitas pinjaman transaksi khusus jangka panjang dan Rp500 miliar fasilitas jangka pendek.

Adapun, fasilitas pinjaman jangka panjang memiliki tenor 60 bulan setelah tanggal ditandatanganinya kredit sedangkan fasilitas jangka pendek bertenor 36 bulan.

Corporate Secretary Link Net Johannes mengatakan bahwa pinjaman tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali atas utang perseroan yang ada saat ini.

“Selain itu, juga digunakan pengeluaran modal atau capex dan tujuan umum perusahaan lainnya,” tulis Johannes dikutip dari keterbukaan informasi, Senin (10/5/2021).

Manajemen Link Net menjelaskan bahwa tidak ada dampak kejadian, informasi, atau fakta material dari transaksi itu terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha emiten.

Di lantai bursa, pada perdagangan Senin (10/5/2021) LINK parkir di level Rp3.990, naik 0,25 persen. Sepanjang tahun berjalan 2021, LINK naik 65,56 persen. Kapitalisasi pasar LINK di posisi Rp11,42 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

grup lippo link net
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top