Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Produsen Susu Prenagen (KLBF) Catat Kenaikan Laba Bersih

PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersihnya sebesar 7,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 Mei 2021  |  16:49 WIB
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada Rabu, 23 Desember 2020. - Kalbe Farma
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada Rabu, 23 Desember 2020. - Kalbe Farma

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten farmasi, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) mengumumkan kenaikan laba bersih pemilik entitas induk mencapai Rp716 miliar di kuartal/2021. Laba bersihnya naik 7,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 yang mencapai Rp669 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2021, penjualan bersih perseroan sebesar Rp6,01 triliun, tumbuh sebesar 3,8 persen dibandingkan dengan pertumbuhan 8,0 persen pada kuartal I/2020. Dampak dari pandemi Covid-19 mulai berpengaruh terhadap penjualan perseroan sejak April 2020.

Peningkatan penjualan di kuartal I/2021 didukung oleh Divisi Distribusi dan Logistik meraih peningkatan penjualan bersih sebesar 11,7 persen dari Rp1,8 triliun menjadi Rp2 triliun, serta menyumbang 33,4 persen terhadap total penjualan bersih perseroan.

Divisi Produk Kesehatan meraih peningkatan penjualan sebesar 2,7 persen menjadi Rp1,02 triliun dengan kontribusi sebesar 17 persen terhadap total penjualan bersih.

Penjualan bersih Divisi Nutrisi tercatat sebesar Rp1,58 triliun pada kuartal I/2021 mengalami penurunan 1 persen dari pencapaian tahun sebelumnya dan menyumbang 26,4 persen dari total penjualan bersih Kalbe.

Sementara itu, Divisi Obat Resep Perseroan yang membukukan penurunan penjualan sebesar 0,1 persen menjadi Rp 1,39 triliun serta menyumbang 23,2 persen dari total penjualan bersih Kalbe.

Laba kotor meningkat 1,1 persen menjadi Rp2,64 triliun. Rasio laba kotor terhadap penjualan turun menjadi 44,0 persen dari 45,2 persen untuk periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh perubahan campuran portofolio produk.

Laba sebelum pajak penghasilan pada kuartal pertama tahun 2021 sebesar Rp926 miliar bertumbuh sebesar 4,3 persen dengan margin laba sebelum pajak penghasilan mencapai 15,4 persen, mengalami peningkatan dari 15,3 persen pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Laba bersih pemilik entitas induk mencapai Rp716 miliar di kuartal pertama tahun 2021, naik 7,1 persen dibandingkan Rp669 miliar di periode yang sama di tahun sebelumnya.

Di kuartal I/2021, aset lancar emiten bersandi KLBF ini sebesar Rp14,09 triliun, naik 7,8 persen dibandingkan di akhir tahun 2020. Total liabilitas dan ekuitas naik 6,1 persen menjadi Rp23,93 triliun dari Rp22,56 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

farmasi kalbe kalbe farma
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top