Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal II/2021, Ini Strategi Investasi Saham untuk Investor

Pada awal kuartal II/2021 ini investor disarankan untuk mempertahankan posisi wait and see sambil mencari atau menyeleksi saham emiten yang diyakini akan pulih kinerjanya pada paruh kedua 2021.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 06 April 2021  |  20:45 WIB
Pengunjung menggunakan ponsel memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Jakarta, Jumat (31/1/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan ponsel memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Jakarta, Jumat (31/1/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Memasuki kuartal II/2021, analis mengungkapkan sejumlah strategi dapat dijalani oleh investor untuk memaksimalkan peluang investasi saham di tahun ini.

Rapor pasar saham domestik pada triwulan pertama 2021 tak dapat dikatakan cemerlang. Indeks harga saham gabungan hanya mampu tumbuh 0,22 persen secara kuartalan, dari posisi 5979,07 pada penutupkan 2020 lalu, menuju level 5985,52 di akhir kuartal I.

Padahal, di awal tahun indeks sempat menguat begitu agresif hingga menyentuh level 6429,75 di pertengahan Januari, meski akhirnya harus rela kembali terjerembap di penghujung bulan ke level 5862,35.

Selanjutnya, IHSG berangsur-angsur bangkit pada Februari, hingga akhirnya awal Maret indeks konsisten bergerak di kisaran 6.200—6.300-an. Namun, mendadak terhantam ombak di hari-hari terakhir perdagangan Maret dan hanyut lagi ke bawah level psikologis 6.000.

Kendati volatilitas tinggi membuat pertumbuhan IHSG cenderung flat sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, kalangan analis mengaku masih optimistis akan pertumbuhan indeks hingga akhir tahun nanti.

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali mengatakan pihaknya masih mempercayai IHSG dapat kembali bangkit seiring dengan pemulihan ekonomi, meski tren kenaikan US Treasury masih perlu diwaspadai karena berpotensi terus menekan indeks.

Menurutnya, di awal kuartal II/2021 investor disarankan untuk mempertahankan posisi wait and see sambil mencari atau menyeleksi saham emiten yang diyakini akan pulih kinerjanya pada paruh kedua tahun ini.

Pasalnya, Frederik memperkirakan setelah sebagian besar populasi di Indonesia sudah divaksinasi, maka ekonomi akan pulih dan kinerja emiten akan membaik sehingga dapat mengerek harga saham.

“Namun bagi investor yang mungkin sudah memiliki posisi di saham yang masuk kategori pemulihan, maka bisa wait and see dan memperhatikan hasil kinerja emiten pada semester II/ 2021,” katanya, Selasa (6/4/2021)

Senada, Kepala Riset NH Korindo Sekuritas Anggaraksa Arismunandar menyebut realisasi positif kinerja keuangan emiten akan menjadi bahan bakar pendorong laju indeks karena sepanjang Maret lalu penguatan IHSG ditopang ekspektasi pasar atas kenaikan laba emiten.

“Seiring dengan membaiknya laba emiten, IHSG akan bisa menuju ke level yang lebih tinggi,” ujar dia.

Memasuki kuartal II/2021, Anggaraksa menyarankan agar investor perlu lebih selektif dalam melakukan akumulasi beli di tengah masih maraknya tekanan pada IHSG.

Adapun, dia cenderung fokus pada sektor-sektor yang berpotensi mendapat imbas positif dari Ramadan Effect sepert emiten dari sektor barang konsumer, telekomunikasi, poultry, dan ritel.

Sementara itu, Head of Equity Research BNI Sekuritas Kim Kwie Sjamsudin juga mengaku masih optimistis IHSG akan kembali bangkit di sisa tahun ini yang mana pihaknya memasang target bullish yakni indeks komposit bisa mencapai level 7.000 di akhir 2021.

Meskipun demikian, mengingat volatilitas yang masih berpotensi tinggi, dia menyarankan agar investor ritel sebaiknya berinvestasi dengan view jangka panjang dan menerapkan dollar cost averaging.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top