Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski Mulai Fluktuatif, Harga Jagung Masih Prospektif Karena Alasan Ini

Harga kontrak jagung berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) terpantau sempat terkoreksi hingga 0,32 persen pada posisi US$5,49 per bushel. Sementara itu, secara year to date (ytd) harga jagung menunjukkan pertumbuhan 13,53 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 24 Maret 2021  |  18:18 WIB
Ilustrasi - jibiphoto
Ilustrasi - jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah sentimen positif masih akan menopang prospek harga jagung yang tengah terkoreksi.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (24/3/2021), harga kontrak jagung berjangka di Chicago Board of Trade (CBOT) terpantau sempat terkoreksi hingga 0,32 persen pada posisi US$5,49 per bushel. Sementara itu, secara year to date (ytd) harga jagung menunjukkan pertumbuhan 13,53 persen.

Terkait hal tersebut, Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, sejak Agustus tahun lalu, harga jagung terus menunjukkan penguatan. Tren tersebut terus berlangsung hingga akhir Februari 2021, di mana harga jagung sempat menyentuh level US$5,70 per bushel.

Menurutnya, koreksi harga jagung yang tengah terjadi mengindikasikan mulai memudarnya sentimen bullish pada komoditas agrikultur, termasuk jagung. Para pelaku pasar saat ini dinilai tengah mendorong untuk membatasi tingkat permintaan terhadap jagung.

“Saat ini jagung mulai memasuki fase jenuh beli (overbought) dan kemudian mulai terkonsolidasi,” jelasnya saat dihubungi pada Rabu (24/3/2021).

Dia menjelaskan, salah satu sentimen yang menekan harga jagung adalah cuaca yang kurang mendukung pada negara-negara produsen seperti Brazil. Di sisi lain, koreksi harga juga dibayangi oleh perundingan antara China dan AS yang berakhir dengan sengit pada pekan lalu.

Menurutnya, pergerakan harga jagung kedepannya masih cukup positif. Salah satu katalis pendukung harganya ialah rilis data dari Kementerian Pertanian AS pada 31 Maret mendatang terkait penanaman jagung dan persediaannya.

“Pertanyaannya saat ini adalah apakah hentakan harga pada pekan lalu menjadi kesempatan bagi para pelaku pasar untuk membeli atau menjadi sentimen yang akan semakin memperberat pergerakan harga jagung jelang laporan pada akhir bulan ini,” kata Wahyu.

Dia memperkirakan dalam jangka pendek, harga jagung akan bergerak di rentang US$5 per bushel hingga US$5,70 per bushel. Sedangkan, dalam jangka menengah harga jagung dapat mencapai posisi US$6 per bushel.

Sementara itu, Analis Komoditas AgMarket.Net Matt Bennett mengatakan sentimen pembelian jagung dalam jumlah besar yang dilakukan oleh China dari AS tidak direspons positif oleh pasar. Hal tersebut terlihat dari fluktuasi harga jagung yang telah terjadi sejak pekan lalu.

Bennett melanjutkan, sentimen cuaca yang menguntungkan untuk tanaman jagung di wilayah Amerika Selatan turut menjadi penopang aksi jual dari pasar. Hal tersebut membuat pergerakan harga jagung saat ini fluktuatif dan cenderung melemah.

Sementara itu, Founder Standard Grain Joe Vaclavik menilai, meski tengah terkoreksi harga jagung masih berpeluang untuk mencatat penguatan dalam beberapa waktu ke depan. Salah satu katalisnya adalah laporan bulanan produksi pertanian AS serta jumlah penggunaan lahan untuk penanaman jagung di AS yang dapat mendorong sentimen bullish atau bearish.

Selain itu, pasar juga menanti laporan World Agricultural Supply and Demand Estimates (WASDE) yang akan dirilis Kementerian Pertanian AS pada April mendatang. Menurutnya, pada laporan itu, Kementerian Pertanian AS kemungkinan akan meningkatkan proyeksi angka ekspor sejumlah komoditas, termasuk jagung.

Lebih lanjut, pada bulan April mendatang, proses penanaman jagung di AS juga mulai berlangsung seiring dengan dimulainya musim semi. Proses tersebut, menurut Vaclavik akan menimbulkan sejumlah sentimen yang belum dapat terlihat saat ini.

“Saat ini jagung tengah memasuki fase konsolidasi, kondisi pasar menunjukkan harga jagung belum mencapai posisi penguatan tertingginya,” kata Vaclavik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas jagung harga jagung
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top