Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hasil Lelang SUN Besok Diprediksi Lebih Baik, Ini Sebabnya

Head of Research & Market Information Department PHEI Roby Rushandie memprediksi jumlah penawaran yang masuk dalam lelang SUN esok hari dapat mencapai Rp60 triliun.
Pegawai menunjukan uang dolar dan rupiah di Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai menunjukan uang dolar dan rupiah di Jakarta, Senin (15/2/2021). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Hasil lelang Surat Utang negara (SUN) pada Selasa (16/3/2021) besok diprediksi akan naik seiring dengan sejumlah sentimen positif dari pasar.

Head of Research & Market Information Department PHEI Roby Rushandie mengatakan, hasil lelang SUN besok berpeluang lebih baik dari sebelumnya. Ia memprediksi, jumlah penawaran yang masuk dapat mencapai Rp60 triliun.

“Prospek penawaran masuk pada lelang SUN besok kemungkinan di kisaran Rp40 triliun – Rp60 triliun,” katanya saat dihubungi pada Senin (15/3/2021).

Menurut Roby, sejumlah sentimen positif akan mengikuti pasar pada lelang besok. Salah satunya adalah rilis data inflasi AS pada Februari 2021 yang berada dibawah ekspektasi pasar.

Selain itu, sentimen ini juga didukung oleh respon positif pasar atas keputusan bank sentral eropa yang mengantisipasi kenaikan yield US Treasury.

Meski demikian, Roby mengatakan kewaspadaan para pelaku pasar masih akan tetap tinggi. Hal tersebut seiring dengan sikap pasar yang menanti hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini.

“Hal ini akan membuat investor dan pelaku pasar masih cenderung wait and see pada lelang besok,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan oleh Director & Chief Investment Officer Fixed Income Manulife Aset Manajemen Ezra Nazula. Ia memperkirakan target pemerintah pada lelang besok dapat tercapai.

Hal tersebut, menurut Ezra, didorong oleh ekspektasi pasar terhadap imbal hasil US Treasury yang kemungkinan sudah stabil di kisaran 1,5 persen dalam beberapa waktu ke depan. Sentimen ini akan turut menstabilkan pergerakan yield SUN Indonesia yang sebelumnya terus melemah.

Selain itu, kondisi makro fundamental ekonomi Indonesia yang relatif stabil juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi investor untuk masuk pada pasar surat utang Indonesia besok. Hal tersebut terlihat beberapa sentimen seperti pergerakan rupiah yang stabil serta neraca perdagangan yang surplus.

“Investor sudah dapat valuasi level SUN di atas 6,5 persen. Untuk kondisi sekarang, tingkat yield ini adalah level masuk yang menarik,” kata Ezra.

Pemerintah akan kembali menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (16/3/2021) mendatang, untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2021.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR Kementerian Keuangan, pemerintah akan menawarkan tujuh seri yang terdiri dari  SPN03210616 (new issuance), SPN12220203 (reopening), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0088 (new issuance), FR0083 (reopening), dan FR0089 (new issuance).

Target indikatif dari lelang SUN 16 Maret 2021 ditetapkan senilai Rp30 triliun dan target maksimal senilai Rp45 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper