Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Terkoreksi 1 Persen Lebih, Saham BBRI Tetap Diburu Asing

IHSG ditutup melemah 1,39 persen atau 87,40 poin ke level 6.219,72 pada akhir sesi I setelah bergerak dalam kisaran 6.148,37-6.322,73.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  11:51 WIB
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (25/1/2021).

IHSG ditutup melemah 1,39 persen atau 87,40 poin ke level 6.219,72 pada akhir sesi I setelah bergerak dalam kisaran 6.148,37-6.322,73.

Indeks sempat berbalik di zona hijau dengan pengautan 0,24 persen atau 15,39 poin menjadi 6.322,5 saat sesi pre-opening, namun pada awal perdagangan pukul 09.00 WIB, indeks langsung terjun ke zona merah dan melemah 0,33 persen ke 6.286,62.

Hingga akhir sesi I, terpantau hanya 85 saham yang menguat, sedangkan 393 saham melemah dan 138 saham lainnya stagnan.

Tercatat volume transaksi hari ini mencapai 11,32 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp10,56 triliun. Adapun investor asing masing mencatatkan aksi beli bersih net buy senilai Rp50,48 miliar pada sesi I.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin perolehan net buy mencapai Rp105,4 miliar, disusul PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk yang meraih net buy Rp23,9 miliar.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya sebelumnya mengatakan pergerakan IHSG hingga saat ini terlihat masih berpotensi terkoreksi hingga beberapa waktu mendatang.

“Namun mengingat fundamental perekonomian Indonesia yang cukup kuat dan juga ditunjang oleh capital inflow yang mulai kembali ke dalam pasar modal Indonesia maka peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar,” ungkap William dalam risetnya yang diterima Bisnis, Senin (25/1/2021).

William memperkirakan indeks masih dapat menguat terbatas jika level support terdekat dapat dipertahankan di tengah tekanan yang sedang berlangsung.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top