Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Cenderung Fluktuatif Hari Ini (19/1), Simak Rekomendasi Sahamnya!

Analis mengatakan indeks mengalami rotasi kinerja indeks sektoral. Sektor pertambangan yang sebelumnya menjadi motor penggerak IHSG kini menjenuh dan mengalami aksi ambil untung.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  06:15 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020)/ Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020)/ Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan cenderung tertekan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/1/2021), meskipun ada potensi pergerakan fluktuatif.

Pada perdagangan Senin (18/1/2021), IHSG ditutup menguat 16,42 poin atau 0,26 persen ke level 6389,83 setelah bergerak dalam kisaran 6.316,87-6.428,31 hari ini.

Sebanyak 5 indeks sektoral ditutup menguat, dipimpin oleh sektor konsumer yang naik 2,22 persen, disusul sektor manufaktur dengan penguatan 1,12 persen.

Di sisi lain, sektor pertanian melemah paling tajam dengan koreksi 3,12 persen, disusul sektor tambang yang melemah 2,89 persen.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan ada rotasi kinerja indeks sektoral. Sektor sektor pertambangan yang sebelumnya menjadi motor penggerak IHSG menjenuh dan mengalami aksi ambil untung.

Hal ini membuat investor beralih kepada saham-saham berkapitalisasi besar yang belum mengalamai penguatan seperti saham-saham di sektor konsumer.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 195 saham menguat, 304 saham memerah, dan 149 lainnya stagnan alias tak bergeming dari posisinya semula.

Secara teknikal, Lanjar mengatakan IHSG bergerak tidak mampu berbalik di atas support MA5. Indeks cenderung mengalami momentum bearish dari indikator RSI dan Stochastic yang dead-cross.

Sementara itu, indikator MACD juga bergerak cross over negatif.

“Sehingga kami perkirakan IHSG berpotensi kembali berfluktuatif dengan kecenderungan tertekan dengan support resistance di level 6.275-6.400,” ungkap Lanjar dalam riset, Senin (18/1/2021).

Adapun aham-saham yang dapat dicermati secara teknikal menurut Reliance Sekuritas antara lain BBCA, GGRM, HMSP, ICBP, INDF, TOWR, dan UNVR.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top